Kongres Brasil Maju dengan Rancangan Undang-Undang untuk Mengembalikan Bagasi Gratis pada Penerbangan Domestik
Brasil sementara memindahkan ibu kota nasional dari Brasília ke Belém untuk COP30
Portugal tingkatkan lima wakil konsulat menjadi konsulat penuh di berbagai wilayah Brasil untuk memenuhi permintaan visa yang meningkat
Berita Terbaru
Forum Brasil-Afrika 2025 dibuka di São Paulo, menyoroti kemudahan jalur visa bagi eksekutif Afrika
Forum Brasil-Afrika di São Paulo dibuka pada 4 November 2025 dengan lebih dari 1.200 delegasi. Brasil memanfaatkan acara ini untuk mengumumkan prosedur e-visa yang lebih mudah bagi 12 negara Afrika dan berjanji menghapus wawancara bagi pemegang paspor diplomatik AU, menandakan hubungan mobilitas yang lebih erat yang akan menguntungkan sektor agribisnis, teknologi, dan pertukaran akademik.
Negara Bagian Brasil Dukung ‘Terobosan Mangrove’, Permudah Akses untuk Acara Sampingan COP30
Tiga provinsi di Brasil dan kota Aracaju mendukung ‘Terobosan Mangrove’ pada 4 November 2025, berjanji memberikan kemudahan visa dan izin perjalanan khusus bagi ilmuwan serta tim perusahaan yang bekerja pada proyek restorasi mangrove selama COP30. Komitmen ini mempercepat waktu persiapan misi lapangan dan menambah jalur imigrasi khusus di Belém dan Recife.
Pemanasan COP30: Brasil Gelar Tiga Pekan Acara Iklim Meski Masih Ada Kendala Visa dan Akomodasi
Brasil memulai rangkaian acara pra-COP30 selama tiga minggu pada 3 November, menyoroti e-Visa gratis baru untuk delegasi terakreditasi, namun juga mengungkap kekurangan hotel yang parah dan kapasitas penerbangan terbatas ke Belém. Para pemimpin bisnis mendesak aturan mobilitas yang lebih lancar, sementara delegasi kecil khawatir biaya tinggi akan membatasi partisipasi. Tim perjalanan harus segera bertindak untuk mengamankan kamar, memesan penerbangan charter, dan memastikan dokumen e-Visa diunggah sebelumnya.
Krisis Paspor: Polisi Federal Hentikan Penerbitan Akibat Kekurangan Dana Mulai 3 November
Kebuntuan anggaran membuat Kepolisian Federal secara resmi menangguhkan penerbitan paspor baru pada 3 November, membekukan ribuan permohonan dan mengancam perjalanan bisnis serta perpindahan ekspatriat. Tanpa tambahan dana sebesar R$ 97,5 juta yang diminta, layanan ini akan tetap offline, berpotensi merugikan eksportir dan menunda penugasan internasional.