
Dalam surat edaran malam tertanggal 24 November, Kementerian Dalam Negeri India menambahkan bandara Kochi, Calicut, dan Ahmedabad ke daftar bandara yang menyediakan Visa-on-Arrival (VoA) bagi warga negara UAE yang memenuhi syarat. Skema ini—yang pertama kali diluncurkan pada 2017 berdasarkan prinsip timbal balik—sebelumnya sudah mencakup Delhi, Mumbai, Bengaluru, Hyderabad, Chennai, dan Kolkata. Perluasan ini berlaku segera dan diumumkan pada 25 November.
Perubahan ini penting bagi mobilitas wisata maupun bisnis. Maskapai Teluk menjalankan jadwal padat ke Kerala dan Gujarat untuk melayani komunitas ekspatriat besar serta permintaan pariwisata medis yang berkembang pesat. Sebelumnya, pengunjung Emirat yang tiba dengan penerbangan larut malam ke kota-kota ini harus mengurus e-Visa terlebih dahulu atau transit melalui bandara besar yang memproses VoA—menambah biaya dan ketidakpastian untuk perjalanan mendadak.
VoA memungkinkan kunjungan satu atau dua kali masuk dengan masa tinggal hingga 60 hari untuk tujuan wisata, pertemuan bisnis, konferensi, atau perawatan medis, dengan syarat pelancong pernah memiliki visa India sebelumnya. Biaya tetap sebesar ₹2.000 (sekitar AED 88) yang dibayar saat kedatangan. Warga UAE dengan keturunan Pakistan tetap dikecualikan sesuai kebijakan keamanan India yang sudah lama berlaku.
Manajer mobilitas disarankan memperbarui platform persetujuan perjalanan agar mencakup bandara baru ini dan mengingatkan staf untuk membawa bukti visa India sebelumnya, paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan, tiket pulang, serta konfirmasi akomodasi. Maskapai memperkirakan peningkatan perjalanan bisnis akhir pekan dan perjalanan wisata jarak pendek menjelang periode liburan sibuk di bulan Desember.
Perubahan ini penting bagi mobilitas wisata maupun bisnis. Maskapai Teluk menjalankan jadwal padat ke Kerala dan Gujarat untuk melayani komunitas ekspatriat besar serta permintaan pariwisata medis yang berkembang pesat. Sebelumnya, pengunjung Emirat yang tiba dengan penerbangan larut malam ke kota-kota ini harus mengurus e-Visa terlebih dahulu atau transit melalui bandara besar yang memproses VoA—menambah biaya dan ketidakpastian untuk perjalanan mendadak.
VoA memungkinkan kunjungan satu atau dua kali masuk dengan masa tinggal hingga 60 hari untuk tujuan wisata, pertemuan bisnis, konferensi, atau perawatan medis, dengan syarat pelancong pernah memiliki visa India sebelumnya. Biaya tetap sebesar ₹2.000 (sekitar AED 88) yang dibayar saat kedatangan. Warga UAE dengan keturunan Pakistan tetap dikecualikan sesuai kebijakan keamanan India yang sudah lama berlaku.
Manajer mobilitas disarankan memperbarui platform persetujuan perjalanan agar mencakup bandara baru ini dan mengingatkan staf untuk membawa bukti visa India sebelumnya, paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan, tiket pulang, serta konfirmasi akomodasi. Maskapai memperkirakan peningkatan perjalanan bisnis akhir pekan dan perjalanan wisata jarak pendek menjelang periode liburan sibuk di bulan Desember.
Sumber: VisaHQ