Hong Kong lampaui lalu lintas pra-pandemi dengan 45 juta kedatangan dalam 11 bulan pertama tahun 2025
HKIA pasang tempat pemungutan suara pertama di area udara, sehingga penumpang bisa memilih tanpa harus keluar dari terminal.
Enam bilik pemungutan suara di pos pemeriksaan darat, laut, dan udara diperkenalkan untuk melayani para pelintas batas
Berita Terbaru
Otoritas Bandara Berikan Fleksibilitas Waktu dan Bus Shuttle bagi 78.000 Karyawan untuk Memudahkan Pemungutan Suara
AAHK memberikan fleksibilitas jadwal dan transportasi antar-jemput kepada puluhan ribu pekerja bandara pada 7–8 Desember agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya, menetapkan standar baru secara informal untuk kebijakan cuti sipil di sektor transportasi Hong Kong. Langkah ini membantu mencegah kekurangan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kredibilitas ESG pusat transportasi tersebut.
Bandara Internasional Hong Kong Buka Tempat Pemungutan Suara Pertama di Area Udara untuk Pemilih yang Berangkat dan Tiba
Pada 7 Desember 2025, HKIA membuka Tempat Pemungutan Suara Dekat Perbatasan di dalam Terminal 2 yang memungkinkan penumpang yang sudah terdaftar sebelumnya, baik yang berangkat maupun tiba, serta staf bandara yang sedang bertugas, untuk memilih tanpa harus meninggalkan zona udara. Langkah ini menghilangkan kendala utama bagi para pelancong bisnis yang sering bepergian dan menunjukkan dorongan Hong Kong menuju mobilitas tanpa hambatan serta inklusi sipil.
Enam Tempat Pemungutan Suara di Perbatasan, Termasuk HZMB dan Sheung Shui, Pertama Kali Digunakan untuk Pemilihan LegCo
Hong Kong mengaktifkan enam tempat pemungutan suara di pos pemeriksaan utama darat, laut, dan udara—termasuk gedung pemeriksaan HZMB dan stasiun kereta Sheung Shui—agar para pelintas batas dapat memilih pada 7 Desember tanpa harus masuk ke kota. Pengaturan ini mempermudah partisipasi pemilih bagi para komuter bisnis dan menampilkan model ‘Border 2.0’ yang sedang berkembang.
Otoritas Bandara Beri Waktu Libur dan Bus Antar-Jemput untuk Pegawai yang Ingin Memilih
Otoritas Bandara Hong Kong memberikan fleksibilitas jadwal kerja bagi staf yang bertugas dan mengoperasikan bus antar-jemput agar 78.000 pekerja bandara dapat memberikan suara pada 7 Desember, menunjukkan bagaimana pengelola infrastruktur penting dapat menjaga kelangsungan operasional sekaligus mendorong partisipasi warga.