
Untuk tahun kesepuluh berturut-turut, Abu Dhabi kembali menempati peringkat teratas dalam Indeks Keamanan Global Numbeo, dengan skor 89,3 dari 100, mengungguli 400 kota internasional lainnya, lapor Times of India pada 20 Januari.
Indeks ini mengukur persepsi keamanan penduduk saat berjalan sendirian dan tingkat kejadian kriminalitas. Para analis mengaitkan prestasi Abu Dhabi dengan jaringan CCTV yang padat, penggunaan kecerdasan buatan dalam prediksi kepolisian, serta undang-undang pengendalian senjata yang ketat.
Mengapa hal ini penting bagi praktisi mobilitas? Survei dari Mercer dan ECA International menunjukkan bahwa persepsi keamanan pribadi memengaruhi hingga 30 persen perhitungan tunjangan kesulitan saat perusahaan menugaskan staf ke luar negeri. Peringkat teratas yang konsisten memungkinkan perusahaan mengurangi premi relokasi untuk penugasan di Abu Dhabi, berpotensi menghemat US$5.000–8.000 per karyawan setiap tahun.
Para broker properti melaporkan permintaan sewa jangka panjang dari perusahaan multinasional meningkat 12 persen segera setelah rilis indeks keamanan tahun lalu. Penghargaan baru ini diperkirakan akan memperkuat tren tersebut, mendukung ambisi pemerintah untuk menggandakan populasi profesional ekspatriat pada 2030.
Perencana kota tidak berpuas diri: Departemen Pemerintahan Kota mengonfirmasi akan menguji coba proyek ‘lampu jalan biometrik’ yang mengintegrasikan pengenalan wajah dengan pencahayaan pintar untuk mencegah kejahatan kecil, sebagai bagian dari peningkatan keamanan perkotaan senilai US$220 juta.
Indeks ini mengukur persepsi keamanan penduduk saat berjalan sendirian dan tingkat kejadian kriminalitas. Para analis mengaitkan prestasi Abu Dhabi dengan jaringan CCTV yang padat, penggunaan kecerdasan buatan dalam prediksi kepolisian, serta undang-undang pengendalian senjata yang ketat.
Mengapa hal ini penting bagi praktisi mobilitas? Survei dari Mercer dan ECA International menunjukkan bahwa persepsi keamanan pribadi memengaruhi hingga 30 persen perhitungan tunjangan kesulitan saat perusahaan menugaskan staf ke luar negeri. Peringkat teratas yang konsisten memungkinkan perusahaan mengurangi premi relokasi untuk penugasan di Abu Dhabi, berpotensi menghemat US$5.000–8.000 per karyawan setiap tahun.
Para broker properti melaporkan permintaan sewa jangka panjang dari perusahaan multinasional meningkat 12 persen segera setelah rilis indeks keamanan tahun lalu. Penghargaan baru ini diperkirakan akan memperkuat tren tersebut, mendukung ambisi pemerintah untuk menggandakan populasi profesional ekspatriat pada 2030.
Perencana kota tidak berpuas diri: Departemen Pemerintahan Kota mengonfirmasi akan menguji coba proyek ‘lampu jalan biometrik’ yang mengintegrasikan pengenalan wajah dengan pencahayaan pintar untuk mencegah kejahatan kecil, sebagai bagian dari peningkatan keamanan perkotaan senilai US$220 juta.
Sumber: The Times of India – World Desk