
Pada 20 Januari 2026, Departemen Luar Negeri AS memperbarui peringatan perjalanan untuk Bangladesh, mempertahankan negara tersebut pada Level 3 ("Pertimbangkan Kembali Perjalanan") namun memperbarui ringkasan keamanan. Peringatan ini menyebutkan risiko penculikan, kejahatan, terorisme, dan kerusuhan sipil yang masih berlanjut, meskipun mengakui bahwa kekerasan di jalanan menurun sejak pemerintahan sementara berkuasa pada 2024.
Poin penting bagi pelancong bisnis: demonstrasi bisa meletus tanpa peringatan dan cepat berubah menjadi kekerasan; warga AS disarankan menghindari semua kerumunan. Kejahatan kecil masih sering terjadi di Dhaka dan Chittagong, terutama di sekitar hotel dan kawasan bisnis. Peringatan juga menyoroti kekerasan terkait narkoba dan memperingatkan bahwa warga asing bisa terjebak dalam baku tembak.
Dampak pada imigrasi bisnis relatif kecil—Bangladesh masih tidak termasuk dalam penghentian visa di 75 negara baru—namun tim mobilitas harus meninjau protokol perlindungan. Perusahaan harus memastikan mitra lokal memiliki transportasi keamanan yang kuat dan pelancong mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program (STEP). Polis asuransi perlu diperiksa untuk klausul risiko politik, dan rencana darurat harus mencakup opsi kerja jarak jauh jika kerusuhan menutup kantor atau membatasi pergerakan.
Pembaruan ini menegaskan tren yang lebih luas: Departemen Luar Negeri semakin sering memperbarui peringatan perjalanan, sering tanpa mengubah tingkat peringatan secara keseluruhan. Perusahaan sebaiknya tidak hanya mengandalkan tingkat peringatan utama, tapi juga membaca detailnya untuk memahami dampak operasional pada penugasan jangka pendek atau proyek.
Poin penting bagi pelancong bisnis: demonstrasi bisa meletus tanpa peringatan dan cepat berubah menjadi kekerasan; warga AS disarankan menghindari semua kerumunan. Kejahatan kecil masih sering terjadi di Dhaka dan Chittagong, terutama di sekitar hotel dan kawasan bisnis. Peringatan juga menyoroti kekerasan terkait narkoba dan memperingatkan bahwa warga asing bisa terjebak dalam baku tembak.
Dampak pada imigrasi bisnis relatif kecil—Bangladesh masih tidak termasuk dalam penghentian visa di 75 negara baru—namun tim mobilitas harus meninjau protokol perlindungan. Perusahaan harus memastikan mitra lokal memiliki transportasi keamanan yang kuat dan pelancong mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program (STEP). Polis asuransi perlu diperiksa untuk klausul risiko politik, dan rencana darurat harus mencakup opsi kerja jarak jauh jika kerusuhan menutup kantor atau membatasi pergerakan.
Pembaruan ini menegaskan tren yang lebih luas: Departemen Luar Negeri semakin sering memperbarui peringatan perjalanan, sering tanpa mengubah tingkat peringatan secara keseluruhan. Perusahaan sebaiknya tidak hanya mengandalkan tingkat peringatan utama, tapi juga membaca detailnya untuk memahami dampak operasional pada penugasan jangka pendek atau proyek.