
Dalam perubahan kebijakan yang telah lama dinantikan, Meksiko akan beralih sepenuhnya ke visa elektronik untuk pemegang paspor Brasil mulai 5 Februari 2026, mengakhiri proses visa stiker yang merepotkan yang telah diterapkan sejak 2022. Pengumuman bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Sekretariat Pariwisata Meksiko ini bertujuan menghidupkan kembali pasar yang anjlok lebih dari 50% setelah visa fisik diperkenalkan kembali empat tahun lalu.
Dalam sistem baru ini, wisatawan dan pelaku bisnis Brasil akan mengisi formulir digital, mengunggah scan paspor, dan menerima email persetujuan—dilengkapi kode QR—dalam waktu 48 jam. Izin ini berlaku untuk beberapa kali masuk selama maksimal 180 hari dalam lima tahun, mengikuti skema Meksiko yang sudah ada untuk negara-negara Amerika Latin lainnya, sekaligus menempatkan Meksiko dalam posisi kompetitif menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Bagi perusahaan Brasil, manfaatnya langsung terasa: tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sekitar R$ 700 untuk perjalanan bolak-balik ke São Paulo atau Brasília untuk wawancara konsuler, serta menghilangkan biaya kurir dan pengantaran paspor. Perusahaan multinasional dengan pabrik di Monterrey dan proyek energi di Querétaro memperkirakan penghematan waktu perjalanan hingga delapan hari kerja. Maskapai penerbangan pun sudah mulai memperbarui sistem check-in mereka untuk memverifikasi kode QR visa elektronik.
Operator pariwisata di sepanjang Riviera Maya menyambut baik kabar ini. Data asosiasi hotel menunjukkan kedatangan wisatawan Brasil turun dari 546.000 pada 2021 menjadi hanya 214.000 pada 2024, menyebabkan kerugian pendapatan sekitar US$ 400 juta. Para pemangku kepentingan berharap pasar ini akan pulih ke tingkat sebelum pandemi pada akhir 2026 jika proses digital berjalan lancar.
Secara praktis, pelancong disarankan mencetak atau menyimpan konfirmasi email dan siap menunjukkan bukti tiket pulang serta dana yang cukup di perbatasan. Warga Brasil yang sudah memegang visa AS, Kanada, Jepang, Inggris, atau Schengen tetap bebas visa untuk Meksiko, namun visa elektronik ini bisa menjadi alternatif cepat jika dokumen tersebut akan segera kedaluwarsa.
Dalam sistem baru ini, wisatawan dan pelaku bisnis Brasil akan mengisi formulir digital, mengunggah scan paspor, dan menerima email persetujuan—dilengkapi kode QR—dalam waktu 48 jam. Izin ini berlaku untuk beberapa kali masuk selama maksimal 180 hari dalam lima tahun, mengikuti skema Meksiko yang sudah ada untuk negara-negara Amerika Latin lainnya, sekaligus menempatkan Meksiko dalam posisi kompetitif menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Bagi perusahaan Brasil, manfaatnya langsung terasa: tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sekitar R$ 700 untuk perjalanan bolak-balik ke São Paulo atau Brasília untuk wawancara konsuler, serta menghilangkan biaya kurir dan pengantaran paspor. Perusahaan multinasional dengan pabrik di Monterrey dan proyek energi di Querétaro memperkirakan penghematan waktu perjalanan hingga delapan hari kerja. Maskapai penerbangan pun sudah mulai memperbarui sistem check-in mereka untuk memverifikasi kode QR visa elektronik.
Operator pariwisata di sepanjang Riviera Maya menyambut baik kabar ini. Data asosiasi hotel menunjukkan kedatangan wisatawan Brasil turun dari 546.000 pada 2021 menjadi hanya 214.000 pada 2024, menyebabkan kerugian pendapatan sekitar US$ 400 juta. Para pemangku kepentingan berharap pasar ini akan pulih ke tingkat sebelum pandemi pada akhir 2026 jika proses digital berjalan lancar.
Secara praktis, pelancong disarankan mencetak atau menyimpan konfirmasi email dan siap menunjukkan bukti tiket pulang serta dana yang cukup di perbatasan. Warga Brasil yang sudah memegang visa AS, Kanada, Jepang, Inggris, atau Schengen tetap bebas visa untuk Meksiko, namun visa elektronik ini bisa menjadi alternatif cepat jika dokumen tersebut akan segera kedaluwarsa.
Sumber: Travel & Tour World