
Bandara-bandara di Jerman menghadapi tantangan pada minggu-minggu pertama penerapan penuh Sistem Masuk/Keluar (EES): waktu tunggu bagi penumpang non-Uni Eropa memanjang hingga 60-120 menit di Berlin, Cologne, dan Hahn, lapor kantor berita dpa melalui platform Upday pada 7 Mei 2026. Sistem baru Uni Eropa ini, yang mulai berlaku sejak April setelah pengenalan bertahap pada 2025, merekam sidik jari dan gambar wajah setiap warga negara dari negara ketiga, menggantikan cap paspor dan menegakkan aturan 90/180 hari. Maskapai menyalahkan gangguan kios, kekurangan staf, dan kurangnya waktu latihan. COO Ryanair, Neal McMahon, menyebut peluncuran ini “setengah matang” dan memperingatkan kemungkinan penerbangan terlewat. Sumber dari Kepolisian Federal mengakui adanya masalah awal, namun mengatakan proses akan membaik setelah pelancong menyelesaikan pendaftaran pertama; kunjungan berikutnya hanya memerlukan verifikasi. Meski begitu, perusahaan manajemen perjalanan menyarankan klien untuk tiba setidaknya tiga jam lebih awal untuk keberangkatan antar benua dari Jerman sampai pemberitahuan lebih lanjut. Analis industri mencatat bahwa masalah Jerman serupa dengan yang terjadi di Prancis dan Belgia, di mana otoritas sudah menerapkan kebijakan darurat “mode fleksibel”. Apakah Berlin akan mengikuti langkah ini masih belum jelas, namun tekanan meningkat menjelang lonjakan liburan Pentakosta. Bagi tim mobilitas global yang memindahkan staf ke Jerman, hal utama yang perlu diperhatikan adalah waktu: anggota keluarga yang masuk pertama kali setelah 10 April harus menganggarkan waktu ekstra di imigrasi dan menjaga fleksibilitas koneksi kereta api atau penerbangan domestik selanjutnya.
Sumber: dpa / Upday