
Front dingin besar melanda Brasil pada Minggu, 10 Mei, memicu peringatan kuning dan oranye dari Badan Meteorologi Nasional (INMET) untuk 24 dari 27 negara bagian di negara itu. Angin dengan kecepatan hingga 110 km/jam dan curah hujan lebih dari 100 mm diperkirakan terjadi di beberapa bagian wilayah Timur Laut dan Amazon, sementara wilayah Selatan dan Tenggara menghadapi risiko hujan es dan banjir bandang. Waktu kejadian ini sangat tidak menguntungkan: akhir pekan Hari Ibu adalah salah satu periode perjalanan domestik tersibuk setelah Natal dan Karnaval. Operator bandara di São Paulo, Rio de Janeiro, dan Brasília melaporkan penundaan berantai karena maskapai secara proaktif mengurangi kecepatan rotasi untuk menghindari badai konvektif. Pengelola jalan tol di koridor penting BR-116 dan BR-101 mendesak pengemudi untuk menunda perjalanan jarak jauh atau menambah waktu cadangan setidaknya dua jam. Pengiriman barang melalui kereta api antara Pelabuhan Santos dan pusat industri negara juga melambat, memaksa eksportir barang mudah rusak mengalihkan muatan ke Viracopos untuk pengangkutan. Manajer perjalanan perusahaan bergegas mengatur ulang rute eksekutif. Beberapa perusahaan multinasional menerapkan protokol tanggung jawab, menginstruksikan para pelancong untuk mengunduh aplikasi peringatan Pertahanan Sipil terbaru dan membagikan lokasi GPS secara real-time kepada vendor keamanan. Konter bebas bea dan layanan makanan dan minuman di dalam bandara melaporkan penurunan pengunjung sebesar 30% dibandingkan Minggu yang sama pada tahun 2025. Di sisi lain, hotel-hotel mengalami lonjakan pemesanan mendadak dari penumpang yang terdampar, terutama di sekitar Congonhas dan Galeão. INMET memperkirakan sistem ini akan melemah di wilayah tengah Brasil pada Selasa, namun memperingatkan bahwa tanah yang jenuh dapat membuat daerah perkotaan rentan terhadap banjir bandang sepanjang minggu. Perusahaan dengan staf lapangan atau ekspatriat yang bertugas di dalam negeri disarankan untuk meninjau rencana kelangsungan bisnis, memastikan karyawan berlangganan layanan peringatan SMS, dan memastikan kendaraan operasional dilengkapi dengan perlengkapan darurat dasar. Peristiwa ini menyoroti bagaimana gangguan terkait iklim semakin berpengaruh pada program mobilitas dan harus dimasukkan dalam model risiko bersama dengan pemogokan dan kerusuhan politik.
Sumber: CNN Brasil