
Departemen Antik mengumumkan bahwa masjid bersejarah Hala Sultan Tekke di tepi Danau Garam Larnaca akan ditutup untuk pengunjung non-ibadah pada hari Sabtu, 30 Mei, guna mengakomodasi ribuan peziarah Muslim yang merayakan Kurban Bayram (Idul Adha). Penutupan satu hari ini telah dikoordinasikan dengan operator tur, agen perjalanan, dan jalur pelayaran untuk meminimalkan gangguan. Setiap tahun, tempat suci era Ottoman—yang dianggap sebagai situs ketiga paling suci dalam Islam—menarik banyak jamaah dari seluruh wilayah. Pihak berwenang memperkirakan lebih dari 4.000 peziarah akan tiba melalui penerbangan charter dan feri dari Turki, Lebanon, dan Yordania, sehingga diperlukan pengalihan lalu lintas sementara di sekitar Bandara Internasional Larnaca serta peningkatan pemeriksaan keamanan. Kelompok tur komersial disarankan untuk menjadwal ulang kunjungan budaya, sementara wisatawan individu dengan tiket yang sudah dipesan akan ditawarkan pengembalian dana atau tanggal alternatif. Para pengelola hotel memperkirakan lonjakan singkat dalam jumlah menginap, namun memperingatkan bahwa perubahan rencana mendadak dapat menimbulkan kendala logistik bagi perusahaan bus dan pemandu wisata. Penutupan ini menegaskan keseimbangan sensitif yang harus dijaga Siprus antara pelestarian warisan, kebebasan beragama, dan akses pengunjung. Pembatasan serupa pernah diterapkan pada 2024 dan 2025 tanpa insiden besar, dan masjid akan dibuka kembali untuk semua wisatawan pada 31 Mei pukul 8 pagi. Pengunjung yang merencanakan perjalanan selama festival keagamaan lain disarankan memeriksa situs web Deputi Kementerian Kebudayaan untuk informasi terbaru.