
Para pelancong yang merencanakan pertemuan setelah jam operasional atau acara insentif di pesisir Roma harus mencari tempat baru: pada 22 Juni, Questura di Roma memerintahkan penghentian segera hiburan malam di Dadaumpa Village, klub pantai populer yang hanya beberapa menit dari Bandara Fiumicino. Keputusan ini diambil setelah penyelidikan atas insiden kekerasan pada 15 Juni; petugas menuduh tempat tersebut menggelar malam dansa tanpa izin yang diperlukan dan melebihi jam operasional yang diizinkan. Berdasarkan Undang-Undang Keselamatan Publik Italia, tempat yang beroperasi sebagai klub malam harus memiliki izin khusus dan mematuhi aturan ketat pengelolaan kerumunan. Dekrit Questore membekukan semua aktivitas dansa dan layanan makanan-minuman malam selama 15 hari, meskipun operasional pantai di siang hari tetap diperbolehkan. Penyelenggara acara yang sudah memesan fungsi korporat harus memindahkan atau menjadwal ulang acara; klausul kontrak terkait “penutupan demi ketertiban umum” kemungkinan akan diterapkan, berdampak pada pengembalian deposit dan pembayaran kepada pemasok. Kasus ini mengingatkan bahwa prefektur Italia semakin memperketat pengawasan tempat hiburan menjelang musim puncak wisata. Pengacara perhotelan mencatat bahwa otoritas kini mencocokkan iklan di media sosial dengan database perizinan, sehingga pesta “pribadi” tanpa izin menjadi risiko kepatuhan. Tim risiko perjalanan harus memverifikasi izin tempat dan jam tutup, terutama saat mengatur pertemuan dekat bandara besar di mana fasilitas pantai multifungsi juga menjadi pusat hiburan malam. Bagi maskapai dan TMC, penutupan ini juga dapat memengaruhi perencanaan istirahat kru: hotel-hotel di tepi pantai Dadaumpa sering menjadi tempat menginap kru transit yang mengandalkan layanan makan dan hiburan di lokasi. Dengan layanan tersebut dibatasi, kemungkinan tingkat pembatalan akomodasi meningkat dan perpindahan mendadak ke hotel di pusat Roma bisa terjadi.
Sumber: OstiaTV