
Tepat menjelang lonjakan perjalanan Hari Kemerdekaan, Transportation Security Administration (TSA) dan Google mengumumkan pada 30 Juni peluncuran jalur Touchless ID yang memungkinkan pelancong memverifikasi identitas dengan pemindaian wajah cepat yang terhubung ke paspor digital yang disimpan di Google Wallet. Pengguna Android kini dapat menambahkan chip paspor AS ke aplikasi Wallet, memilih opsi saat check-in di lebih dari 100 maskapai yang disetujui TSA, dan melewati jalur biometrik khusus di 65 bandara—dari Atlanta hingga Seattle. Kemitraan ini menghilangkan kerumitan aplikasi maskapai yang berbeda-beda dan membuat ID digital tersedia tanpa tergantung pada operator. Penumpang tetap harus membawa paspor fisik atau dokumen REAL ID sebagai cadangan, namun TSA menyatakan proses baru ini memangkas waktu pemeriksaan ID rata-rata dari 20 detik menjadi kurang dari lima detik. Semua data biometrik akan dihapus dalam 24 jam, kata agensi tersebut, untuk mengatasi kekhawatiran privasi. Untuk program mobilitas, peluncuran ini memberikan dua manfaat langsung: antrean keamanan yang lebih singkat bagi pelancong sering dan bukti tambahan bahwa otoritas AS dengan cepat mengadopsi kredensial mobile. Perusahaan mungkin perlu memperbarui kebijakan perjalanan untuk mengganti biaya upgrade ponsel yang mendukung pemindaian elemen aman, serta melatih staf cara mendaftar sebelum periode perjalanan puncak. Dalam jangka panjang, pejabat TSA mengisyaratkan bahwa kredensial wallet yang sama bisa membuka kios Global Entry CBP dan bahkan berfungsi sebagai cap imigrasi digital untuk masuk kembali domestik pada akhir 2027. Pemimpin HR dan mobilitas global sebaiknya memantau perkembangan standar agar sistem duty-of-care dapat menerima konfirmasi ID digital secara real time.
Sumber: Parade