
Kementerian Luar Negeri Jerman (AA) memperbarui saran perjalanan dan keamanan untuk Hong Kong pada 18 Juli, mengimbau warga Jerman untuk berhati-hati “sangat ekstra” setelah wilayah tersebut memperluas undang-undang keamanan nasionalnya awal bulan ini. Buletin yang direvisi memperingatkan bahwa aktivitas yang dianggap biasa di Jerman—seperti menampilkan slogan protes tertentu, menggunakan aplikasi pesan terenkripsi, atau membagikan meme satir—dapat berujung pada tuduhan serius dengan hukuman hingga penjara seumur hidup. Bahasa baru ini mungkin terdengar akademis, tetapi memiliki dampak langsung pada mobilitas. Perusahaan Jerman dengan staf yang ditugaskan sementara atau melakukan perjalanan bisnis ke Hong Kong harus memastikan kembali bahwa jadwal perjalanan karyawan benar-benar untuk keperluan bisnis, menghapus referensi politik dari presentasi, dan memberikan pengarahan tentang risiko keamanan digital lokal. AA secara tegas menyarankan pengunjung untuk menghapus konten sensitif di media sosial dari perangkat sebelum tiba dan menghindari membawa dokumen bisnis yang mengandung analisis geopolitik yang bisa disalahartikan. Perusahaan bantuan visa melaporkan bahwa Departemen Imigrasi Hong Kong sudah mulai mengajukan pertanyaan lebih rinci tentang tujuan tinggal lebih dari tujuh hari, dan pemegang paspor Jerman menghadapi pemeriksaan tambahan jika tidak dapat menunjukkan jadwal pertemuan yang jelas. Meskipun kebijakan bebas visa untuk kunjungan bisnis 90 hari masih berlaku, AA mencatat bahwa petugas imigrasi memiliki wewenang luas untuk menolak masuk tanpa hak banding. Bank dan perusahaan asuransi Jerman yang berkantor pusat di Hong Kong sedang meninjau apakah akan mengubah klasifikasi kota ini dari “standar” menjadi “tinggi” dalam matriks risiko internal mereka—langkah yang memicu tunjangan risiko, siklus rotasi lebih pendek, dan cakupan evakuasi yang diperketat. Sementara itu, perusahaan kecil dan menengah disarankan untuk meninjau kembali klausul perlindungan data dalam surat penugasan: otoritas setempat dapat memaksa pengungkapan laptop dan ponsel perusahaan berdasarkan aturan keamanan baru. Terakhir, Kementerian Luar Negeri kini menyarankan semua warga Jerman yang tinggal di Hong Kong untuk mendaftar di basis data persiapan krisis ELEFAND dan memastikan dokumen perjalanan memiliki masa berlaku minimal enam bulan, mengingat kemungkinan “penafsiran hukum yang cepat berubah.” Manajer mobilitas harus segera memasukkan saran baru ini ke dalam pengarahan pra-keberangkatan dan daftar risiko perusahaan.
Sumber: Auswärtiges Amt