
Direktorat Intelijen Pendapatan India (DRI) menyita 5,1 kg emas senilai ₹7,49 crore dalam operasi malam hari di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj, Mumbai, pada 18 Juli. Tiga karyawan retail-konseksi dan tiga penumpang transit asal Filipina ditangkap. Penyidik menyatakan para penyelundup memanfaatkan zona aman dan lorong bebas bea untuk memindahkan emas dari penumpang transit yang baru tiba ke kontak di darat, melewati pemeriksaan bea cukai. Kasus ini menyoroti tantangan keamanan yang terus berlangsung terkait kolusi dari dalam di bandara-bandara India, terutama saat volume penumpang kembali ke tingkat sebelum pandemi. Bagi pengelola mobilitas, insiden ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan keamanan mendadak dapat menyebabkan lonjakan antrean dan pemeriksaan tambahan, yang berpotensi memengaruhi waktu koneksi penerbangan. Perusahaan yang mengangkut prototipe bernilai tinggi atau sampel perhiasan harus memastikan barang bawaan tangan dilengkapi dokumen lengkap agar tidak terjebak dalam pemeriksaan menyeluruh. Pejabat DRI kepada Hindustan Times menyatakan pengawasan telah diperketat di Mumbai, Delhi, dan Kochi, serta unit anjing pelacak tambahan akan berpatroli di koridor transit internasional selama musim perayaan.
Sumber: Hindustan Times