
Wisatawan dan pelaku bisnis India kini memiliki pilihan baru yang menarik di Asia Tengah. Dalam pengumuman mendadak yang dirilis oleh Kedutaan Besar India di Tashkent dan dikonfirmasi melalui dekrit presiden Uzbekistan pada 14 September 2026, republik tersebut menghapus persyaratan visa bagi warga India yang sudah memiliki visa bisnis atau turis multi-masuk yang masih berlaku dari Amerika Serikat, Inggris, negara-negara Schengen, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, atau Korea Selatan. Warga India yang memenuhi syarat dapat memasuki Uzbekistan tanpa visa selama maksimal 30 hari, asalkan juga memiliki tiket pesawat lanjutan atau pulang yang sudah dikonfirmasi. Kebijakan ini berlaku segera dan mendapat sorotan media India pada 17 September.
Latar belakang: Sejak 2020, Uzbekistan telah mencoba koridor bebas visa yang ditargetkan untuk mendorong pariwisata masuk tanpa meliberalisasi sepenuhnya rezim perbatasannya. India sudah lama menjadi prioritas Tashkent karena jumlah pengunjung dari India sebelum pandemi tumbuh pesat, didorong oleh syuting film Bollywood, perjalanan medis, dan munculnya Samarkand sebagai destinasi MICE. Sebelumnya, sebagian besar warga India harus mengajukan e-visa online atau visa stiker tradisional yang memerlukan surat undangan dan biaya pemrosesan. Dengan memanfaatkan visa yang sudah diverifikasi oleh negara-negara dengan tingkat kepercayaan tinggi, Uzbekistan mengurangi beban pemeriksaan sambil menarik wisatawan dengan daya beli terbukti.
Dampak praktis: Jangka waktu 30 hari ini sangat sesuai dengan liburan dan penugasan proyek khas warga India, memungkinkan rencana perjalanan multi-kota (Tashkent, Samarkand, Bukhara, Lembah Fergana) tanpa harus menunggu proses birokrasi lama. Operator tur di Delhi dan Mumbai mengatakan kepada Business Today bahwa mereka sedang menyusun ulang paket wisata Jalur Sutra yang menggabungkan Uzbekistan dengan Kazakhstan atau Azerbaijan, memanfaatkan semakin banyaknya penerbangan langsung IndiGo dan Uzbekistan Airways. Perusahaan dengan proyek regional kini bisa mengirim staf dengan pemberitahuan singkat, namun manajer mobilitas disarankan memastikan karyawan membawa cetakan visa negara ketiga yang memenuhi syarat dan tiket lanjutan untuk menghindari masalah di perbatasan.
Batasan dan tips kepatuhan: Penghapusan visa ini tidak berlaku tanpa batas—pelancong yang melebihi masa tinggal walau sehari harus melaporkan diri ke layanan migrasi dan membayar denda. Pemegang paspor India yang tidak memiliki visa asing yang ditentukan tetap harus mengajukan visa Uzbekistan standar. Maskapai kemungkinan akan memeriksa aturan tiket lanjutan saat check-in, jadi pelancong yang transit melalui hub seperti Dubai atau Istanbul disarankan membawa salinan cetak seluruh rencana perjalanan. Untuk perusahaan dengan proyek jangka pendek, tim HR harus memperbarui kebijakan perjalanan dan memberi pengarahan kepada karyawan tentang daftar dokumen baru ini.
Pandangan strategis: Langkah ini mempererat hubungan antar masyarakat menjelang Program Kerja Sama Pariwisata India-Uzbekistan 2026-28. Jika responsnya positif, pejabat Uzbekistan mengatakan mereka mungkin memperluas akses bebas visa untuk semua warga India atau meluncurkan produk e-visa lite khusus. Negara tetangga Kazakhstan dan Kirgizstan juga mengamati dengan seksama dan bisa memperkenalkan langkah serupa untuk tetap kompetitif dalam menarik wisatawan India.
Latar belakang: Sejak 2020, Uzbekistan telah mencoba koridor bebas visa yang ditargetkan untuk mendorong pariwisata masuk tanpa meliberalisasi sepenuhnya rezim perbatasannya. India sudah lama menjadi prioritas Tashkent karena jumlah pengunjung dari India sebelum pandemi tumbuh pesat, didorong oleh syuting film Bollywood, perjalanan medis, dan munculnya Samarkand sebagai destinasi MICE. Sebelumnya, sebagian besar warga India harus mengajukan e-visa online atau visa stiker tradisional yang memerlukan surat undangan dan biaya pemrosesan. Dengan memanfaatkan visa yang sudah diverifikasi oleh negara-negara dengan tingkat kepercayaan tinggi, Uzbekistan mengurangi beban pemeriksaan sambil menarik wisatawan dengan daya beli terbukti.
Dampak praktis: Jangka waktu 30 hari ini sangat sesuai dengan liburan dan penugasan proyek khas warga India, memungkinkan rencana perjalanan multi-kota (Tashkent, Samarkand, Bukhara, Lembah Fergana) tanpa harus menunggu proses birokrasi lama. Operator tur di Delhi dan Mumbai mengatakan kepada Business Today bahwa mereka sedang menyusun ulang paket wisata Jalur Sutra yang menggabungkan Uzbekistan dengan Kazakhstan atau Azerbaijan, memanfaatkan semakin banyaknya penerbangan langsung IndiGo dan Uzbekistan Airways. Perusahaan dengan proyek regional kini bisa mengirim staf dengan pemberitahuan singkat, namun manajer mobilitas disarankan memastikan karyawan membawa cetakan visa negara ketiga yang memenuhi syarat dan tiket lanjutan untuk menghindari masalah di perbatasan.
Batasan dan tips kepatuhan: Penghapusan visa ini tidak berlaku tanpa batas—pelancong yang melebihi masa tinggal walau sehari harus melaporkan diri ke layanan migrasi dan membayar denda. Pemegang paspor India yang tidak memiliki visa asing yang ditentukan tetap harus mengajukan visa Uzbekistan standar. Maskapai kemungkinan akan memeriksa aturan tiket lanjutan saat check-in, jadi pelancong yang transit melalui hub seperti Dubai atau Istanbul disarankan membawa salinan cetak seluruh rencana perjalanan. Untuk perusahaan dengan proyek jangka pendek, tim HR harus memperbarui kebijakan perjalanan dan memberi pengarahan kepada karyawan tentang daftar dokumen baru ini.
Pandangan strategis: Langkah ini mempererat hubungan antar masyarakat menjelang Program Kerja Sama Pariwisata India-Uzbekistan 2026-28. Jika responsnya positif, pejabat Uzbekistan mengatakan mereka mungkin memperluas akses bebas visa untuk semua warga India atau meluncurkan produk e-visa lite khusus. Negara tetangga Kazakhstan dan Kirgizstan juga mengamati dengan seksama dan bisa memperkenalkan langkah serupa untuk tetap kompetitif dalam menarik wisatawan India.
Sumber: Business Today