
Pusat Pengajuan Visa (VAC) yang dioperasikan oleh TLScontact atas nama Kedutaan Besar Prancis di Cebu mengumumkan penutupan pada Selasa, 4 November, menyusul peringatan badai yang dikeluarkan oleh otoritas setempat terkait Topan Tino. Semua janji temu pada tanggal tersebut dibatalkan, dan para pemohon—terutama pelancong bisnis, pelajar, dan pelaut Filipina yang akan ke Prancis atau negara-negara Schengen lainnya—harus menjadwal ulang melalui portal France-Visas.
Penutupan satu hari ini menyoroti kerentanan operasi visa yang terdesentralisasi terhadap bencana cuaca. Cebu memproses ratusan permohonan visa jangka pendek dan panjang setiap minggu, melayani pemohon dari Visayas dan Mindanao yang seharusnya harus terbang ke Manila. Meskipun platform TI pusat tetap aktif, pengambilan data biometrik tidak dapat dilakukan sampai staf kembali dan pasokan listrik stabil. Pemohon dengan jadwal keberangkatan mendesak disarankan menghubungi hotline VAC untuk mendapatkan slot prioritas setelah badai berlalu.
Bagi perusahaan Prancis yang merekrut tenaga kerja Filipina—khususnya di bidang perhotelan, maritim, dan outsourcing TI—tim HR disarankan menambah waktu persiapan dalam jadwal penempatan selama musim siklon Pasifik. Praktisi mobilitas juga harus mengingatkan para pekerja bahwa paspor harus berlaku minimal tiga bulan setelah tanggal keluar dari wilayah Schengen dan pengiriman dokumen perjalanan yang sudah distempel bisa tertunda jika penerbangan dibatalkan.
Kedutaan menyatakan bahwa operasi visa di Manila dan Davao tetap buka, namun memperingatkan bahwa pengiriman antar pusat bisa terganggu akibat hujan lebat. Kejadian ini menegaskan pentingnya rencana darurat seperti menyiapkan janji temu cadangan di kota lain dan menggunakan salinan elektronik surat keputusan jika diperbolehkan.
TLScontact menyampaikan bahwa situs web barunya yang diluncurkan pada 27 Oktober memungkinkan penjadwalan ulang secara real-time dan secara otomatis membebaskan biaya pemesanan ulang bagi yang terdampak penutupan akibat cuaca. Layanan normal di Cebu diperkirakan akan kembali beroperasi pada 5 November, tergantung hasil inspeksi infrastruktur.
Penutupan satu hari ini menyoroti kerentanan operasi visa yang terdesentralisasi terhadap bencana cuaca. Cebu memproses ratusan permohonan visa jangka pendek dan panjang setiap minggu, melayani pemohon dari Visayas dan Mindanao yang seharusnya harus terbang ke Manila. Meskipun platform TI pusat tetap aktif, pengambilan data biometrik tidak dapat dilakukan sampai staf kembali dan pasokan listrik stabil. Pemohon dengan jadwal keberangkatan mendesak disarankan menghubungi hotline VAC untuk mendapatkan slot prioritas setelah badai berlalu.
Bagi perusahaan Prancis yang merekrut tenaga kerja Filipina—khususnya di bidang perhotelan, maritim, dan outsourcing TI—tim HR disarankan menambah waktu persiapan dalam jadwal penempatan selama musim siklon Pasifik. Praktisi mobilitas juga harus mengingatkan para pekerja bahwa paspor harus berlaku minimal tiga bulan setelah tanggal keluar dari wilayah Schengen dan pengiriman dokumen perjalanan yang sudah distempel bisa tertunda jika penerbangan dibatalkan.
Kedutaan menyatakan bahwa operasi visa di Manila dan Davao tetap buka, namun memperingatkan bahwa pengiriman antar pusat bisa terganggu akibat hujan lebat. Kejadian ini menegaskan pentingnya rencana darurat seperti menyiapkan janji temu cadangan di kota lain dan menggunakan salinan elektronik surat keputusan jika diperbolehkan.
TLScontact menyampaikan bahwa situs web barunya yang diluncurkan pada 27 Oktober memungkinkan penjadwalan ulang secara real-time dan secara otomatis membebaskan biaya pemesanan ulang bagi yang terdampak penutupan akibat cuaca. Layanan normal di Cebu diperkirakan akan kembali beroperasi pada 5 November, tergantung hasil inspeksi infrastruktur.
Sumber: TLScontact Cebu notice