
Pemulihan pariwisata dan perjalanan bisnis Hong Kong meningkat pesat minggu ini setelah Dewan Pariwisata Hong Kong merilis data sementara yang menunjukkan 41 juta kedatangan antara Januari dan Oktober 2025, naik 12% dibanding tahun sebelumnya. Tiongkok Daratan tetap menjadi pasar utama kota ini dengan kontribusi 31,44 juta kedatangan (naik 11%), namun yang lebih menarik bagi perusahaan multinasional adalah lonjakan 16% pengunjung non-Tiongkok Daratan menjadi 9,62 juta. Pasar regional jarak dekat naik 18%, sementara segmen jarak jauh—yang biasanya didominasi oleh pelancong bisnis dan wisatawan berpengeluaran tinggi—tumbuh 19%.
Momentum ini penting bagi manajer mobilitas global karena pertumbuhan pengunjung yang stabil biasanya menjadi indikator kapasitas maskapai penerbangan, tarif hotel, dan ketersediaan apartemen layanan untuk karyawan yang ditugaskan. Analis perjalanan mencatat bahwa Cathay Pacific dan HK Express sudah mengembalikan lebih dari 80% jadwal sebelum pandemi, dan tingkat hunian di rute utama seperti Singapura, Tokyo, dan London kini mendekati level 2019. Perusahaan yang merencanakan proyek lintas batas ke Hong Kong dalam dua kuartal ke depan sebaiknya mengantisipasi penerbangan yang lebih penuh saat periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru Imlek serta memesan inventaris lebih awal.
Angka-angka ini juga memperkuat kepercayaan pemerintah terhadap skema menarik talenta baru. Pejabat menyoroti bahwa peningkatan kedatangan wisatawan dan pebisnis dari luar negeri menciptakan “efek halo” berupa kunjungan ulang, perjalanan pengamatan, dan akhirnya relokasi jangka panjang melalui Top Talent Pass atau Quality Migrant Admission Scheme. Total 41 juta kedatangan ini berarti Hong Kong hampir mencapai target tahunan Dewan Pariwisata sebesar 50 juta kedatangan.
Operator perhotelan merespons dengan cepat. Beberapa hotel baru di sekitar terminal kereta cepat West Kowloon menawarkan paket menginap jangka panjang untuk korporat, dan penyedia apartemen layanan kembali menyediakan layanan antar-jemput gratis ke Central untuk bersaing menarik penyewa ekspatriat. Sementara itu, Otoritas Bandara Hong Kong menyatakan akan membuka dua jalur ‘dokumentasi swalayan’ tambahan untuk pelancong sering pada awal 2026 guna mengatasi lonjakan arus penumpang.
Bagi pembeli perjalanan bisnis, pesannya jelas: Hong Kong kembali menjadi destinasi utama. Tarif penerbangan kelas premium naik 8–12% dibanding setahun lalu, dan permintaan ruang pertemuan semakin ketat, terutama pada kuartal pertama 2026 saat kota ini menjadi tuan rumah Art Basel, Asian Financial Forum, dan Rugby Sevens dalam jangka waktu enam minggu. Perusahaan dengan anggaran mobilitas sebaiknya segera mengunci tarif negosiasi dan memberi pengarahan kepada staf yang bepergian tentang kemungkinan antrean imigrasi yang lebih panjang dan antrian taksi yang lebih lama selama acara puncak.
Momentum ini penting bagi manajer mobilitas global karena pertumbuhan pengunjung yang stabil biasanya menjadi indikator kapasitas maskapai penerbangan, tarif hotel, dan ketersediaan apartemen layanan untuk karyawan yang ditugaskan. Analis perjalanan mencatat bahwa Cathay Pacific dan HK Express sudah mengembalikan lebih dari 80% jadwal sebelum pandemi, dan tingkat hunian di rute utama seperti Singapura, Tokyo, dan London kini mendekati level 2019. Perusahaan yang merencanakan proyek lintas batas ke Hong Kong dalam dua kuartal ke depan sebaiknya mengantisipasi penerbangan yang lebih penuh saat periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru Imlek serta memesan inventaris lebih awal.
Angka-angka ini juga memperkuat kepercayaan pemerintah terhadap skema menarik talenta baru. Pejabat menyoroti bahwa peningkatan kedatangan wisatawan dan pebisnis dari luar negeri menciptakan “efek halo” berupa kunjungan ulang, perjalanan pengamatan, dan akhirnya relokasi jangka panjang melalui Top Talent Pass atau Quality Migrant Admission Scheme. Total 41 juta kedatangan ini berarti Hong Kong hampir mencapai target tahunan Dewan Pariwisata sebesar 50 juta kedatangan.
Operator perhotelan merespons dengan cepat. Beberapa hotel baru di sekitar terminal kereta cepat West Kowloon menawarkan paket menginap jangka panjang untuk korporat, dan penyedia apartemen layanan kembali menyediakan layanan antar-jemput gratis ke Central untuk bersaing menarik penyewa ekspatriat. Sementara itu, Otoritas Bandara Hong Kong menyatakan akan membuka dua jalur ‘dokumentasi swalayan’ tambahan untuk pelancong sering pada awal 2026 guna mengatasi lonjakan arus penumpang.
Bagi pembeli perjalanan bisnis, pesannya jelas: Hong Kong kembali menjadi destinasi utama. Tarif penerbangan kelas premium naik 8–12% dibanding setahun lalu, dan permintaan ruang pertemuan semakin ketat, terutama pada kuartal pertama 2026 saat kota ini menjadi tuan rumah Art Basel, Asian Financial Forum, dan Rugby Sevens dalam jangka waktu enam minggu. Perusahaan dengan anggaran mobilitas sebaiknya segera mengunci tarif negosiasi dan memberi pengarahan kepada staf yang bepergian tentang kemungkinan antrean imigrasi yang lebih panjang dan antrian taksi yang lebih lama selama acara puncak.