
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) memperbarui saran Smartraveller pada akhir 20 November, menambahkan Maroko ke dalam daftar destinasi yang semakin banyak di mana warga Australia disarankan untuk "berhati-hati tinggi" karena ancaman terorisme, ketidakstabilan politik, dan persyaratan masuk baru. Buletin yang sama juga menegaskan peningkatan kewaspadaan untuk Thailand, Prancis, Azerbaijan, Brasil, dan Turki, yang baru-baru ini memperkenalkan sistem e-visa atau kartu kedatangan digital yang harus diselesaikan warga Australia sebelum keberangkatan.
Untuk Maroko, DFAT menyoroti risiko serangan teror di kawasan wisata dan situasi keamanan yang tidak stabil di Sahara Barat; juga mengingatkan bahwa e-visa kini wajib untuk masa tinggal hingga 90 hari. Saran untuk Thailand menunjukkan adanya bentrokan bersenjata di perbatasan Kamboja dan aktivitas pemberontak yang berlanjut di wilayah selatan, serta kewajiban pendaftaran online melalui Thailand Digital Arrival Card. Prancis tetap berada pada tingkat kewaspadaan terorisme tertinggi, dengan seringnya pemogokan dan protes yang dapat melumpuhkan transportasi umum.
Peningkatan saran ini memiliki dampak jelas bagi manajer perjalanan korporat. Perusahaan yang mengirim staf ke pasar-pasar ini harus memastikan para pelancong telah menyelesaikan formalitas e-visa atau kartu kedatangan digital yang benar dan memiliki rencana darurat untuk jam malam mendadak, demonstrasi, atau gangguan bandara. Penyedia asuransi kemungkinan akan menaikkan premi atau memberlakukan pengecualian untuk kunjungan ke wilayah perbatasan seperti Sa Kaeo di Thailand atau zona penyangga Sahara Barat di Maroko.
Perubahan ini juga menegaskan tren yang lebih luas menuju digitalisasi pra-perjalanan. Lebih dari 60% negara yang dikunjungi warga Australia kini mewajibkan pendaftaran elektronik sebelum naik pesawat, menurut perkiraan industri. Ketidakpatuhan dapat berakibat penolakan naik pesawat, denda maskapai, dan penundaan proyek—biaya yang jauh lebih besar dibandingkan biaya e-visa yang relatif kecil.
Tips praktis: integrasikan feed RSS Smartraveller ke dalam platform manajemen risiko perjalanan Anda agar saran baru memicu peringatan otomatis. Pelancong disarankan menyelesaikan e-visa atau kartu kedatangan digital setidaknya 72 jam sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi gangguan sistem atau permintaan dokumen tambahan.
Untuk Maroko, DFAT menyoroti risiko serangan teror di kawasan wisata dan situasi keamanan yang tidak stabil di Sahara Barat; juga mengingatkan bahwa e-visa kini wajib untuk masa tinggal hingga 90 hari. Saran untuk Thailand menunjukkan adanya bentrokan bersenjata di perbatasan Kamboja dan aktivitas pemberontak yang berlanjut di wilayah selatan, serta kewajiban pendaftaran online melalui Thailand Digital Arrival Card. Prancis tetap berada pada tingkat kewaspadaan terorisme tertinggi, dengan seringnya pemogokan dan protes yang dapat melumpuhkan transportasi umum.
Peningkatan saran ini memiliki dampak jelas bagi manajer perjalanan korporat. Perusahaan yang mengirim staf ke pasar-pasar ini harus memastikan para pelancong telah menyelesaikan formalitas e-visa atau kartu kedatangan digital yang benar dan memiliki rencana darurat untuk jam malam mendadak, demonstrasi, atau gangguan bandara. Penyedia asuransi kemungkinan akan menaikkan premi atau memberlakukan pengecualian untuk kunjungan ke wilayah perbatasan seperti Sa Kaeo di Thailand atau zona penyangga Sahara Barat di Maroko.
Perubahan ini juga menegaskan tren yang lebih luas menuju digitalisasi pra-perjalanan. Lebih dari 60% negara yang dikunjungi warga Australia kini mewajibkan pendaftaran elektronik sebelum naik pesawat, menurut perkiraan industri. Ketidakpatuhan dapat berakibat penolakan naik pesawat, denda maskapai, dan penundaan proyek—biaya yang jauh lebih besar dibandingkan biaya e-visa yang relatif kecil.
Tips praktis: integrasikan feed RSS Smartraveller ke dalam platform manajemen risiko perjalanan Anda agar saran baru memicu peringatan otomatis. Pelancong disarankan menyelesaikan e-visa atau kartu kedatangan digital setidaknya 72 jam sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi gangguan sistem atau permintaan dokumen tambahan.
Sumber: Travel and Tour World