
Biro Meteorologi meningkatkan status Siklon Tropis Fina menjadi Kategori 2 pada dini hari 21 November, sehingga Kepulauan Tiwi dan sebagian wilayah West Arnhem Land masuk dalam peringatan angin merusak. Badai ini bergerak ke tenggara menuju Cape Don dan diperkirakan akan mendarat kembali di dekat Wurrumiyanga pada Sabtu sore, dengan hembusan angin lebih dari 120 km/jam dan hujan deras.
Sebagai langkah antisipasi, Pelabuhan Darwin mulai menghentikan operasi kargo secara bertahap sejak Jumat pagi. Kapal tanker bahan bakar yang membawa pasokan diesel penting dipercepat masuk pelabuhan dan diperintahkan untuk segera membongkar muatan sebelum gerbang pelabuhan ditutup. Kapal ekspor hidup dan tongkang pesisir mencari perlindungan di Laut Timor, sementara peternak sapi bergegas memindahkan ternak dari dataran yang rawan banjir.
Maskapai penerbangan membatalkan atau menjadwal ulang sebagian besar penerbangan masuk dan keluar Darwin pada 21–22 November. Operator charter yang mendukung proyek pertambangan serta minyak dan gas di Laut Timor menghentikan layanan helikopter, yang berpotensi menunda rotasi pergantian kru. Departemen Infrastruktur mengimbau maskapai penumpang untuk bersiap menghadapi penutupan apron saat angin bertahan melebihi 55 knot.
Bagi pengelola mobilitas, siklon ini menghadirkan tantangan ganda: mengevakuasi personel non-esensial dari komunitas terpencil sekaligus mengamankan rantai pasok untuk proyek infrastruktur penting. Perusahaan dengan operasi FIFO disarankan mengaktifkan rencana kelangsungan bisnis, memastikan staf memiliki persediaan minimal lima hari, dan memeriksa kecukupan stok telepon satelit.
Tips praktis: daftarkan semua pelancong dan penugasan di aplikasi NT Emergency Services “SecureNT” untuk menerima notifikasi langsung tentang penutupan jalan, pemadaman listrik, dan pusat evakuasi.
Sebagai langkah antisipasi, Pelabuhan Darwin mulai menghentikan operasi kargo secara bertahap sejak Jumat pagi. Kapal tanker bahan bakar yang membawa pasokan diesel penting dipercepat masuk pelabuhan dan diperintahkan untuk segera membongkar muatan sebelum gerbang pelabuhan ditutup. Kapal ekspor hidup dan tongkang pesisir mencari perlindungan di Laut Timor, sementara peternak sapi bergegas memindahkan ternak dari dataran yang rawan banjir.
Maskapai penerbangan membatalkan atau menjadwal ulang sebagian besar penerbangan masuk dan keluar Darwin pada 21–22 November. Operator charter yang mendukung proyek pertambangan serta minyak dan gas di Laut Timor menghentikan layanan helikopter, yang berpotensi menunda rotasi pergantian kru. Departemen Infrastruktur mengimbau maskapai penumpang untuk bersiap menghadapi penutupan apron saat angin bertahan melebihi 55 knot.
Bagi pengelola mobilitas, siklon ini menghadirkan tantangan ganda: mengevakuasi personel non-esensial dari komunitas terpencil sekaligus mengamankan rantai pasok untuk proyek infrastruktur penting. Perusahaan dengan operasi FIFO disarankan mengaktifkan rencana kelangsungan bisnis, memastikan staf memiliki persediaan minimal lima hari, dan memeriksa kecukupan stok telepon satelit.
Tips praktis: daftarkan semua pelancong dan penugasan di aplikasi NT Emergency Services “SecureNT” untuk menerima notifikasi langsung tentang penutupan jalan, pemadaman listrik, dan pusat evakuasi.
Sumber: ABC News