
Keputusan China untuk terus memperluas daftar bebas visa sepihak dan memperpanjang program transit tanpa visa (TWOV) selama 240 jam kini mulai mengubah arus mobilitas masuk. Data lalu lintas yang dirilis pada 28 November oleh Administrasi Imigrasi Nasional (NIA) menunjukkan jumlah kedatangan asing di pelabuhan Beijing telah mencapai 5,78 juta tahun ini—naik 35% dibanding tahun sebelumnya dan hanya 9% di bawah puncak tahun 2019. Secara nasional, pergerakan internasional meningkat 18%, dengan bandara tingkat dua seperti Xiamen, Qingdao, dan Datong mencatat angka tertinggi karena maskapai penerbangan menambah kapasitas untuk memanfaatkan aturan masuk yang disederhanakan.
Lonjakan ini didorong oleh kebijakan yang kini memungkinkan warga dari 46 negara masuk tanpa visa selama 30 hari dan traveler dari 55 negara dapat tinggal hingga sepuluh hari di China saat transit menuju pasar ketiga. Sepuluh bandara tambahan diupgrade pada November untuk melayani penumpang transit langsung 24 jam, sehingga total pelabuhan dengan izin masuk 240 jam naik menjadi 65. Akibatnya, sekitar 60% warga asing tahun ini tiba dengan bebas visa atau izin masuk sementara, mempercepat waktu persetujuan perjalanan oleh tim perjalanan korporat.
Bagi perusahaan multinasional, manfaatnya nyata: surat undangan lebih sedikit, pemeriksaan kepatuhan lebih ringan, dan kemampuan mengirim insinyur atau staf penjualan dengan pemberitahuan 48 jam. Departemen HR memperbarui panduan internal untuk menegaskan paspor harus masih berlaku minimal enam bulan dan tiket lanjutan yang sudah dikonfirmasi wajib untuk mendapatkan fasilitas transit bebas visa.
Penyedia layanan perhotelan dan acara melaporkan lonjakan langsung. Pemesanan hotel di Shanghai dan Guangzhou meningkat dua digit, sementara penyelenggara konferensi menyatakan jumlah delegasi internasional sudah kembali mencapai 90% dari level sebelum COVID. Analis di Ctrip memprediksi, jika kebijakan ini tetap berlaku, kapasitas kedatangan bisa pulih sepenuhnya pada pertengahan 2026, memberikan dorongan penting bagi sektor jasa China dan menandai pembukaan kembali yang berkelanjutan bagi dunia korporat.
Lonjakan ini didorong oleh kebijakan yang kini memungkinkan warga dari 46 negara masuk tanpa visa selama 30 hari dan traveler dari 55 negara dapat tinggal hingga sepuluh hari di China saat transit menuju pasar ketiga. Sepuluh bandara tambahan diupgrade pada November untuk melayani penumpang transit langsung 24 jam, sehingga total pelabuhan dengan izin masuk 240 jam naik menjadi 65. Akibatnya, sekitar 60% warga asing tahun ini tiba dengan bebas visa atau izin masuk sementara, mempercepat waktu persetujuan perjalanan oleh tim perjalanan korporat.
Bagi perusahaan multinasional, manfaatnya nyata: surat undangan lebih sedikit, pemeriksaan kepatuhan lebih ringan, dan kemampuan mengirim insinyur atau staf penjualan dengan pemberitahuan 48 jam. Departemen HR memperbarui panduan internal untuk menegaskan paspor harus masih berlaku minimal enam bulan dan tiket lanjutan yang sudah dikonfirmasi wajib untuk mendapatkan fasilitas transit bebas visa.
Penyedia layanan perhotelan dan acara melaporkan lonjakan langsung. Pemesanan hotel di Shanghai dan Guangzhou meningkat dua digit, sementara penyelenggara konferensi menyatakan jumlah delegasi internasional sudah kembali mencapai 90% dari level sebelum COVID. Analis di Ctrip memprediksi, jika kebijakan ini tetap berlaku, kapasitas kedatangan bisa pulih sepenuhnya pada pertengahan 2026, memberikan dorongan penting bagi sektor jasa China dan menandai pembukaan kembali yang berkelanjutan bagi dunia korporat.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News