
Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Rosanna Law mengumumkan pada 8 Desember bahwa kedatangan wisatawan mencapai sekitar 45 juta antara Januari dan November 2025, sudah melampaui total sepanjang tahun 2024 dan melewati rekor tertinggi sebelum pandemi pada 2018. Kenaikan 12 persen dibanding tahun sebelumnya ini didorong oleh kalender acara ‘mega-event’ yang agresif, termasuk Hong Kong yang menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional ke-15 dengan Guangdong dan Makau serta pembukaan Kai Tak Sports Park senilai HK$33 miliar pada bulan Maret.
Bagi program mobilitas global, angka ini sangat penting: volume pengunjung yang lebih tinggi biasanya berarti penerbangan yang lebih penuh dan ketersediaan hotel yang lebih ketat, terutama saat acara besar berlangsung. Pembeli perjalanan harus mengantisipasi kenaikan tarif korporat yang dinegosiasikan dan mungkin perlu memesan apartemen layanan lebih awal untuk penugasan jangka pendek.
Dewan Pariwisata melaporkan bahwa pengunjung dari daratan Tiongkok masih menjadi segmen terbesar, namun wisatawan dari Asia Tenggara dan Timur Tengah menunjukkan pertumbuhan tercepat, berkat kebijakan bebas visa baru dan peningkatan kapasitas maskapai penerbangan. Khususnya, kedatangan melalui Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Makau melonjak 18 persen, menegaskan pentingnya konektivitas multimoda di Kawasan Teluk Besar.
Pejabat menyatakan target berikutnya adalah mencapai 55 juta kedatangan pada akhir tahun dengan memanfaatkan festival Desember seperti Hong Kong WinterFest dan jadwal MICE yang padat di Pusat Konvensi dan Pameran. Perusahaan yang merencanakan konferensi regional disarankan untuk mengamankan tempat lebih awal, karena tanggal utama untuk kuartal kedua 2026 sudah mulai penuh.
Di sisi infrastruktur, penyelesaian landasan ketiga dan pembukaan bertahap klaster hotel di Kai Tak akan menambah kapasitas, namun analis mengingatkan bahwa kekurangan staf di sektor perhotelan bisa mempengaruhi kualitas layanan jika pertumbuhan pengunjung terus berlanjut dengan laju dua digit.
Bagi program mobilitas global, angka ini sangat penting: volume pengunjung yang lebih tinggi biasanya berarti penerbangan yang lebih penuh dan ketersediaan hotel yang lebih ketat, terutama saat acara besar berlangsung. Pembeli perjalanan harus mengantisipasi kenaikan tarif korporat yang dinegosiasikan dan mungkin perlu memesan apartemen layanan lebih awal untuk penugasan jangka pendek.
Dewan Pariwisata melaporkan bahwa pengunjung dari daratan Tiongkok masih menjadi segmen terbesar, namun wisatawan dari Asia Tenggara dan Timur Tengah menunjukkan pertumbuhan tercepat, berkat kebijakan bebas visa baru dan peningkatan kapasitas maskapai penerbangan. Khususnya, kedatangan melalui Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Makau melonjak 18 persen, menegaskan pentingnya konektivitas multimoda di Kawasan Teluk Besar.
Pejabat menyatakan target berikutnya adalah mencapai 55 juta kedatangan pada akhir tahun dengan memanfaatkan festival Desember seperti Hong Kong WinterFest dan jadwal MICE yang padat di Pusat Konvensi dan Pameran. Perusahaan yang merencanakan konferensi regional disarankan untuk mengamankan tempat lebih awal, karena tanggal utama untuk kuartal kedua 2026 sudah mulai penuh.
Di sisi infrastruktur, penyelesaian landasan ketiga dan pembukaan bertahap klaster hotel di Kai Tak akan menambah kapasitas, namun analis mengingatkan bahwa kekurangan staf di sektor perhotelan bisa mempengaruhi kualitas layanan jika pertumbuhan pengunjung terus berlanjut dengan laju dua digit.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Hong Kong Beralih ke Pengajuan Visa Elektronik Sepenuhnya untuk Skema Bakat, Kerja, dan Investasi
Hong Kong luncurkan kesepakatan layanan udara baru dan peta jalan drone ketinggian rendah di ‘Airspace Asia Pacific 2025’