
Etihad Airways menginformasikan kepada penumpang bahwa beberapa penerbangan pada 20–21 Desember akan mengalami keterlambatan akibat kombinasi masalah teknis dan gangguan cuaca di wilayah tersebut.
• EY871 Hong Kong (HKG) → Abu Dhabi (AUH) tertunda pada 20 Desember karena kerusakan teknis yang tidak spesifik ditemukan saat pemeriksaan pra-keberangkatan.
• EY284 AUH → Lahore (LHE) dan penerbangan balik EY285 mengalami penundaan akibat kabut tebal dan jarak pandang buruk di Bandara Internasional Allama Iqbal, Lahore.
Maskapai meminta maaf dan mengingatkan penumpang yang terdampak untuk memperbarui data kontak melalui portal ‘Contact me’ agar mendapatkan notifikasi real-time. Meskipun Etihad belum membatalkan penerbangan, keterlambatan ini berdampak pada jadwal kru dan rotasi pesawat yang dapat membatasi kapasitas di salah satu rute tersibuknya di Asia Selatan menjelang akhir tahun.
Para pelaku bisnis yang transit melalui Abu Dhabi disarankan menyiapkan waktu lebih panjang untuk koneksi selanjutnya, dan tim mobilitas harus memantau kewajiban perlindungan bagi staf yang transit di Lahore—karena ruang imigrasi Pakistan bisa sangat padat saat beberapa penerbangan terlambat mendarat bersamaan.
Dari sisi kebijakan, kejadian ini menegaskan pentingnya investasi maskapai UAE dalam teknologi pemeliharaan prediktif; namun, gangguan teknis mendadak dan kabut musim dingin tetap menjadi tantangan dalam perencanaan mobilitas regional.
• EY871 Hong Kong (HKG) → Abu Dhabi (AUH) tertunda pada 20 Desember karena kerusakan teknis yang tidak spesifik ditemukan saat pemeriksaan pra-keberangkatan.
• EY284 AUH → Lahore (LHE) dan penerbangan balik EY285 mengalami penundaan akibat kabut tebal dan jarak pandang buruk di Bandara Internasional Allama Iqbal, Lahore.
Maskapai meminta maaf dan mengingatkan penumpang yang terdampak untuk memperbarui data kontak melalui portal ‘Contact me’ agar mendapatkan notifikasi real-time. Meskipun Etihad belum membatalkan penerbangan, keterlambatan ini berdampak pada jadwal kru dan rotasi pesawat yang dapat membatasi kapasitas di salah satu rute tersibuknya di Asia Selatan menjelang akhir tahun.
Para pelaku bisnis yang transit melalui Abu Dhabi disarankan menyiapkan waktu lebih panjang untuk koneksi selanjutnya, dan tim mobilitas harus memantau kewajiban perlindungan bagi staf yang transit di Lahore—karena ruang imigrasi Pakistan bisa sangat padat saat beberapa penerbangan terlambat mendarat bersamaan.
Dari sisi kebijakan, kejadian ini menegaskan pentingnya investasi maskapai UAE dalam teknologi pemeliharaan prediktif; namun, gangguan teknis mendadak dan kabut musim dingin tetap menjadi tantangan dalam perencanaan mobilitas regional.
Sumber: Etihad Flight-Status Portal