
Polisi Federal Brasil (PF) melakukan serangkaian penangkapan penting di Bandara São Paulo/Guarulhos pada periode 29–30 Desember, menegaskan sikap tegas lembaga ini selama musim liburan. Kasus utama melibatkan seorang warga negara asing yang dicari di Paraguay atas tuduhan pembunuhan berantai, yang mencoba masuk ke Brasil menggunakan paspor Brasil palsu setelah tiba dengan penerbangan dari Madrid. Dokumen tersebut terdeteksi melalui peringatan dari Ameripol dan basis data red-notice Interpol, sehingga tersangka ditahan saat pemeriksaan utama.
Pada shift yang sama, petugas PF menangkap tiga buronan Brasil—dua terkait surat perintah kekerasan dalam rumah tangga dan satu karena menghindari pembayaran tunjangan anak—yang teridentifikasi melalui sistem biometrik baru “Aero-Mandado” yang mencocokkan boarding pass dengan basis data surat perintah nasional dan negara bagian secara real time.
Operasi ini berlangsung di tengah lonjakan perjalanan Tahun Baru, saat Bandara GRU memproses hingga 120.000 penumpang per hari. Pihak berwenang menyatakan bahwa jumlah petugas di loket imigrasi ditambah 25% antara 20 Desember hingga 5 Januari, dengan unit anjing pelacak dikerahkan untuk pemeriksaan bagasi sekunder.
Pesan bagi manajer mobilitas korporat jelas: para pelancong harus membawa paspor asli, memastikan cap masuk sesuai catatan perjalanan, dan menghindari koneksi domestik yang terlalu ketat yang bisa terlewat jika terjadi pemeriksaan sekunder. Perusahaan yang menerima tamu asing disarankan memeriksa ulang surat undangan dan registrasi penginapan, karena petugas PF mengindikasikan akan ada pemeriksaan kepatuhan acak di hotel-hotel besar.
PF menambahkan bahwa lonjakan liburan ini menjadi ajang uji coba untuk perluasan berbagi data real-time dengan negara tetangga—sebuah inisiatif yang sejalan dengan dorongan Brasil menuju perbatasan yang sepenuhnya digital.
Pada shift yang sama, petugas PF menangkap tiga buronan Brasil—dua terkait surat perintah kekerasan dalam rumah tangga dan satu karena menghindari pembayaran tunjangan anak—yang teridentifikasi melalui sistem biometrik baru “Aero-Mandado” yang mencocokkan boarding pass dengan basis data surat perintah nasional dan negara bagian secara real time.
Operasi ini berlangsung di tengah lonjakan perjalanan Tahun Baru, saat Bandara GRU memproses hingga 120.000 penumpang per hari. Pihak berwenang menyatakan bahwa jumlah petugas di loket imigrasi ditambah 25% antara 20 Desember hingga 5 Januari, dengan unit anjing pelacak dikerahkan untuk pemeriksaan bagasi sekunder.
Pesan bagi manajer mobilitas korporat jelas: para pelancong harus membawa paspor asli, memastikan cap masuk sesuai catatan perjalanan, dan menghindari koneksi domestik yang terlalu ketat yang bisa terlewat jika terjadi pemeriksaan sekunder. Perusahaan yang menerima tamu asing disarankan memeriksa ulang surat undangan dan registrasi penginapan, karena petugas PF mengindikasikan akan ada pemeriksaan kepatuhan acak di hotel-hotel besar.
PF menambahkan bahwa lonjakan liburan ini menjadi ajang uji coba untuk perluasan berbagi data real-time dengan negara tetangga—sebuah inisiatif yang sejalan dengan dorongan Brasil menuju perbatasan yang sepenuhnya digital.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Brasil.Lebih Banyak Dari Brasil
Lihat semua
Brasil Percepat Visa Elektronik Regional & Dompet Biometrik; Peluncuran Penuh pada 2026
Kekacauan di São Paulo/Guarulhos: 90 Penerbangan Tertunda, 11 Dibatalkan Mengacaukan Perjalanan Akhir Tahun