
Pos Pemeriksaan Perbatasan Hong Kong Ramai pada 31 Desember dengan 195.798 Pengunjung, Naik 25% dari Tahun Sebelumnya
Pos perbatasan Hong Kong ramai pada 31 Desember ketika 195.798 pengunjung memasuki kota—naik 25% dibandingkan hari yang sama tahun 2024—menurut data Departemen Imigrasi yang dikutip oleh South China Morning Post. Pengunjung dari Tiongkok Daratan mencapai 148.435 orang, meningkat 24% secara tahunan, seiring dengan kebangkitan perjalanan rekreasi dan belanja lintas batas.
Lonjakan ini terjadi meski Hong Kong membatalkan pertunjukan kembang api di tepi laut setelah kebakaran gudang mematikan di Tai Po, menunjukkan bahwa aktivitas belanja dan kunjungan taman hiburan tetap menjadi daya tarik utama. Keberangkatan penduduk Hong Kong juga naik hampir 21%, mencerminkan permintaan yang tertahan untuk liburan singkat ke Guangdong dan Makau selama libur tiga hari di daratan.
Dampak bagi Program Mobilitas:
• Perusahaan dengan tim regional di Hong Kong harus bersiap menghadapi antrean lebih panjang di pos pemeriksaan Lo Wu dan West Kowloon pada 3 Januari saat pengunjung kembali.
• Pemilik toko di sepanjang Canton Road dapat mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung, sementara hotel melaporkan tarif harian rata-rata naik 12% selama akhir pekan.
Kebijakan Terkait:
Hong Kong tetap memberlakukan bebas visa bagi sekitar 170 kewarganegaraan dan baru-baru ini mempermudah pendaftaran e-gate bagi pengunjung daratan yang sering datang. Pemerintah juga sedang mengupayakan perluasan Skema Kunjungan Individu ke kota-kota pedalaman di Beijing, yang berpotensi meningkatkan arus pengunjung menjelang Tahun Baru Imlek pada Februari.
Operator transportasi MTR Corp dan Otoritas Bandara telah menambah staf dan jadwal kereta malam. Para pelancong disarankan menyediakan waktu ekstra untuk pemeriksaan bea cukai, terutama di pelabuhan darat Shenzhen Bay yang mencatat 90.000 penyeberangan hanya pada hari Sabtu.
Bagi manajer mobilitas global, data ini menunjukkan kondisi perbatasan yang mulai normal dan perlunya pemesanan akomodasi serta transportasi lebih awal bagi karyawan yang pindah atau transit di SAR selama periode liburan puncak.
Pos perbatasan Hong Kong ramai pada 31 Desember ketika 195.798 pengunjung memasuki kota—naik 25% dibandingkan hari yang sama tahun 2024—menurut data Departemen Imigrasi yang dikutip oleh South China Morning Post. Pengunjung dari Tiongkok Daratan mencapai 148.435 orang, meningkat 24% secara tahunan, seiring dengan kebangkitan perjalanan rekreasi dan belanja lintas batas.
Lonjakan ini terjadi meski Hong Kong membatalkan pertunjukan kembang api di tepi laut setelah kebakaran gudang mematikan di Tai Po, menunjukkan bahwa aktivitas belanja dan kunjungan taman hiburan tetap menjadi daya tarik utama. Keberangkatan penduduk Hong Kong juga naik hampir 21%, mencerminkan permintaan yang tertahan untuk liburan singkat ke Guangdong dan Makau selama libur tiga hari di daratan.
Dampak bagi Program Mobilitas:
• Perusahaan dengan tim regional di Hong Kong harus bersiap menghadapi antrean lebih panjang di pos pemeriksaan Lo Wu dan West Kowloon pada 3 Januari saat pengunjung kembali.
• Pemilik toko di sepanjang Canton Road dapat mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung, sementara hotel melaporkan tarif harian rata-rata naik 12% selama akhir pekan.
Kebijakan Terkait:
Hong Kong tetap memberlakukan bebas visa bagi sekitar 170 kewarganegaraan dan baru-baru ini mempermudah pendaftaran e-gate bagi pengunjung daratan yang sering datang. Pemerintah juga sedang mengupayakan perluasan Skema Kunjungan Individu ke kota-kota pedalaman di Beijing, yang berpotensi meningkatkan arus pengunjung menjelang Tahun Baru Imlek pada Februari.
Operator transportasi MTR Corp dan Otoritas Bandara telah menambah staf dan jadwal kereta malam. Para pelancong disarankan menyediakan waktu ekstra untuk pemeriksaan bea cukai, terutama di pelabuhan darat Shenzhen Bay yang mencatat 90.000 penyeberangan hanya pada hari Sabtu.
Bagi manajer mobilitas global, data ini menunjukkan kondisi perbatasan yang mulai normal dan perlunya pemesanan akomodasi serta transportasi lebih awal bagi karyawan yang pindah atau transit di SAR selama periode liburan puncak.
Sumber: South China Morning Post