
Stasiun kereta api dan bandara di seluruh China dipadati penumpang pada 1 Januari saat libur Tahun Baru selama tiga hari dimulai. Otoritas transportasi melaporkan arus penumpang melebihi 2 juta di koridor kereta cepat utama, sementara regulator penerbangan mencatat lebih dari 17.000 penerbangan komersial hanya pada hari pertama—naik 18% dibandingkan libur tahun 2025.
Kementerian Perhubungan menyebut lonjakan ini disebabkan oleh permintaan yang tertunda dari warga yang menunda perjalanan selama tekanan kerja kuartal keempat, ditambah tarif diskon menarik yang ditawarkan maskapai dan platform online. Data dari Trip.com menunjukkan pemesanan hotel domestik untuk 1–3 Januari naik 46% secara tahunan, dengan kota tingkat dua seperti Lianyungang dan Guiyang melampaui destinasi tradisional.
Signifikansi ekonomi: Analis melihat awal yang kuat ini sebagai indikator sentimen konsumen tahun 2026. Pendapatan pariwisata domestik diperkirakan naik 15% tahun ini, didukung oleh pengurangan biaya visa yang diperpanjang untuk wisatawan masuk, sehingga anggaran rumah tangga lebih longgar untuk perjalanan keluar negeri di kemudian hari.
Pertimbangan operasional:
• China Railway menjalankan tambahan 1.200 layanan EMU setiap hari hingga 4 Januari untuk mengatasi keberangkatan larut malam.
• Maskapai besar mengaktifkan “charter liburan” di rute sekunder untuk mengosongkan kapasitas di jalur utama.
• Bisnis yang mengirim barang sensitif waktu harus mengantisipasi potensi keterlambatan truk di sekitar area wisata dan menjadwalkan pengiriman sebelum puncak keberangkatan malam.
Dengan lonjakan perjalanan Festival Musim Semi selama 40 hari yang tinggal lima minggu lagi, sektor transportasi sedang menguji sistem pengelolaan kerumunan dan algoritma tiket. Manajer mobilitas dan relokasi disarankan memantau bulletin kebijakan untuk langkah Covid mendadak, meski saat ini tidak ada yang diperkirakan.
Kinerja liburan ini menegaskan strategi China menggunakan libur multi-hari untuk mendorong konsumsi domestik, pendekatan yang bisa dimanfaatkan perusahaan multinasional lewat kampanye pemasaran terarah dan kebijakan kerja fleksibel dari mana saja bagi staf ekspatriat.
Kementerian Perhubungan menyebut lonjakan ini disebabkan oleh permintaan yang tertunda dari warga yang menunda perjalanan selama tekanan kerja kuartal keempat, ditambah tarif diskon menarik yang ditawarkan maskapai dan platform online. Data dari Trip.com menunjukkan pemesanan hotel domestik untuk 1–3 Januari naik 46% secara tahunan, dengan kota tingkat dua seperti Lianyungang dan Guiyang melampaui destinasi tradisional.
Signifikansi ekonomi: Analis melihat awal yang kuat ini sebagai indikator sentimen konsumen tahun 2026. Pendapatan pariwisata domestik diperkirakan naik 15% tahun ini, didukung oleh pengurangan biaya visa yang diperpanjang untuk wisatawan masuk, sehingga anggaran rumah tangga lebih longgar untuk perjalanan keluar negeri di kemudian hari.
Pertimbangan operasional:
• China Railway menjalankan tambahan 1.200 layanan EMU setiap hari hingga 4 Januari untuk mengatasi keberangkatan larut malam.
• Maskapai besar mengaktifkan “charter liburan” di rute sekunder untuk mengosongkan kapasitas di jalur utama.
• Bisnis yang mengirim barang sensitif waktu harus mengantisipasi potensi keterlambatan truk di sekitar area wisata dan menjadwalkan pengiriman sebelum puncak keberangkatan malam.
Dengan lonjakan perjalanan Festival Musim Semi selama 40 hari yang tinggal lima minggu lagi, sektor transportasi sedang menguji sistem pengelolaan kerumunan dan algoritma tiket. Manajer mobilitas dan relokasi disarankan memantau bulletin kebijakan untuk langkah Covid mendadak, meski saat ini tidak ada yang diperkirakan.
Kinerja liburan ini menegaskan strategi China menggunakan libur multi-hari untuk mendorong konsumsi domestik, pendekatan yang bisa dimanfaatkan perusahaan multinasional lewat kampanye pemasaran terarah dan kebijakan kerja fleksibel dari mana saja bagi staf ekspatriat.
Sumber: Global Times