
Dalam pengumuman mendadak pada akhir pekan tanggal 11 Januari, Konsulat Jenderal Yunani di Guangzhou mengumumkan bahwa mereka akan kembali menerima permohonan visa Schengen jenis kunjungan singkat (tipe C) mulai 12 Januari, namun hanya untuk pelancong yang penerbangan keluar menuju Yunani dijadwalkan pada atau sebelum 31 Maret 2026.
Langkah ini sebagian membatalkan penutupan 15 pusat pengajuan visa di daratan utama Yunani pada 1 Januari, yang sebelumnya memaksa calon pengunjung untuk mengajukan permohonan langsung melalui kedutaan di Beijing atau konsulat di Shanghai dan Hong Kong. Berdasarkan protokol baru, pemohon yang berdomisili di tujuh provinsi selatan—termasuk Guangdong, Fujian, dan Yunnan—harus mengirimkan dokumen hasil scan melalui email ke konsulat untuk mendapatkan janji temu, kemudian membawa dokumen asli saat wawancara.
Bagi manajer mobilitas, perubahan ini memperpendek waktu tunggu bagi kelompok MICE yang menuju Yunani untuk pameran dagang musim semi seperti Posidonia 2026. Namun, kapasitas terbatas dan konsulat menegaskan akan menolak berkas yang menyebutkan rencana perjalanan Schengen lanjutan. Pelancong dengan rencana perjalanan multi-negara masih harus mengajukan permohonan di Beijing atau melalui penyedia eksternal di Hong Kong.
Para penyedia layanan memperkirakan permintaan yang tertunda akan meningkat: data dari Trip.com menunjukkan volume pencarian “penerbangan ke Athena” oleh pengguna di Cina Selatan melonjak 320 persen dalam 24 jam setelah pengumuman ini. Maskapai seperti Juneyao dan Aegean, yang berbagi kode pada rute Shanghai-Athena, sedang memantau tingkat keterisian dengan kemungkinan menambah frekuensi penerbangan musiman.
Saran: perusahaan disarankan segera mengamankan janji temu visa, memastikan rencana perjalanan dimulai dan berakhir di Yunani, serta menganggarkan waktu tambahan untuk pengembalian paspor melalui pos, karena konsulat Guangzhou tidak menyediakan layanan pengembalian melalui kurir.
Langkah ini sebagian membatalkan penutupan 15 pusat pengajuan visa di daratan utama Yunani pada 1 Januari, yang sebelumnya memaksa calon pengunjung untuk mengajukan permohonan langsung melalui kedutaan di Beijing atau konsulat di Shanghai dan Hong Kong. Berdasarkan protokol baru, pemohon yang berdomisili di tujuh provinsi selatan—termasuk Guangdong, Fujian, dan Yunnan—harus mengirimkan dokumen hasil scan melalui email ke konsulat untuk mendapatkan janji temu, kemudian membawa dokumen asli saat wawancara.
Bagi manajer mobilitas, perubahan ini memperpendek waktu tunggu bagi kelompok MICE yang menuju Yunani untuk pameran dagang musim semi seperti Posidonia 2026. Namun, kapasitas terbatas dan konsulat menegaskan akan menolak berkas yang menyebutkan rencana perjalanan Schengen lanjutan. Pelancong dengan rencana perjalanan multi-negara masih harus mengajukan permohonan di Beijing atau melalui penyedia eksternal di Hong Kong.
Para penyedia layanan memperkirakan permintaan yang tertunda akan meningkat: data dari Trip.com menunjukkan volume pencarian “penerbangan ke Athena” oleh pengguna di Cina Selatan melonjak 320 persen dalam 24 jam setelah pengumuman ini. Maskapai seperti Juneyao dan Aegean, yang berbagi kode pada rute Shanghai-Athena, sedang memantau tingkat keterisian dengan kemungkinan menambah frekuensi penerbangan musiman.
Saran: perusahaan disarankan segera mengamankan janji temu visa, memastikan rencana perjalanan dimulai dan berakhir di Yunani, serta menganggarkan waktu tambahan untuk pengembalian paspor melalui pos, karena konsulat Guangzhou tidak menyediakan layanan pengembalian melalui kurir.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Republik Rakyat Cina.Lebih Banyak Dari Republik Rakyat Cina
Lihat semua
Warga Tiongkok Ditahan di Perbatasan Indo-Nepal, Pengetatan Pemeriksaan di Perlintasan Darat Meningkat
Perjalanan Wisatawan China ke Luar Negeri Diperkirakan Tambah 10 Juta Perjalanan pada 2026, Namun Kunjungan ke Jepang Bisa Berkurang Setengahnya