
Kementerian Pariwisata diam-diam memperbarui portalnya (terakhir diubah 11 Januari 2026) untuk mengonfirmasi bahwa program e-Tourist Visa (e-TV) India kini mencakup pemohon dari 166 negara—naik dari 156 tahun lalu. Perluasan ini menyusul India yang berhasil melampaui jumlah wisatawan asing sebelum pandemi pada 2025 dan sejalan dengan target New Delhi untuk menarik 20 juta wisatawan internasional pada 2028.
Apa yang baru: Penambahan 10 negara—diperkirakan termasuk Panama, Kenya, Islandia, Georgia, dan tiga negara Karibia—membawa jangkauan hampir global pada otorisasi elektronik ini, yang sudah menawarkan sembilan sub-kategori (wisata, bisnis, konferensi, medis, pendamping medis, e-Ayush, dan lain-lain). Warga asing yang memenuhi syarat dapat mengajukan secara online, mendapat persetujuan dalam 72 jam, dan masuk melalui 29 bandara serta lima pelabuhan laut yang ditunjuk.
Dampak bisnis: Bagi perusahaan multinasional, perluasan ini mempermudah perjalanan mendadak untuk pertemuan klien, peluncuran proyek, dan kehadiran di pameran dagang di India. Tim mobilitas korporat kini bisa menghindari hambatan visa kedutaan untuk sebagian besar penugasan jangka pendek, menghemat 5–10 hari kerja per perjalanan. Penyedia layanan destinasi memperkirakan lonjakan pemesanan MICE (pertemuan-insentif-konvensi-acara) menjelang musim konferensi Oktober hingga Maret.
Petunjuk kepatuhan: 1) Sub-kategori e-Bisnis membatasi masa tinggal maksimal 180 hari per tahun kalender. 2) Masa berlaku paspor harus lebih dari enam bulan saat kedatangan. 3) Visa harus dicetak atau disimpan secara digital dan ditunjukkan kepada petugas maskapai sebelum naik pesawat.
Prospek sektor: Perusahaan teknologi perjalanan menyambut baik kabar ini, mencatat bahwa infrastruktur visa digital India setara dengan negara-negara ASEAN. Analis memprediksi saluran e-Visa akan menangani 70% dari semua kedatangan jangka pendek pada 2027, mengurangi biaya bagi pelancong dan perwakilan India di luar negeri.
Apa yang baru: Penambahan 10 negara—diperkirakan termasuk Panama, Kenya, Islandia, Georgia, dan tiga negara Karibia—membawa jangkauan hampir global pada otorisasi elektronik ini, yang sudah menawarkan sembilan sub-kategori (wisata, bisnis, konferensi, medis, pendamping medis, e-Ayush, dan lain-lain). Warga asing yang memenuhi syarat dapat mengajukan secara online, mendapat persetujuan dalam 72 jam, dan masuk melalui 29 bandara serta lima pelabuhan laut yang ditunjuk.
Dampak bisnis: Bagi perusahaan multinasional, perluasan ini mempermudah perjalanan mendadak untuk pertemuan klien, peluncuran proyek, dan kehadiran di pameran dagang di India. Tim mobilitas korporat kini bisa menghindari hambatan visa kedutaan untuk sebagian besar penugasan jangka pendek, menghemat 5–10 hari kerja per perjalanan. Penyedia layanan destinasi memperkirakan lonjakan pemesanan MICE (pertemuan-insentif-konvensi-acara) menjelang musim konferensi Oktober hingga Maret.
Petunjuk kepatuhan: 1) Sub-kategori e-Bisnis membatasi masa tinggal maksimal 180 hari per tahun kalender. 2) Masa berlaku paspor harus lebih dari enam bulan saat kedatangan. 3) Visa harus dicetak atau disimpan secara digital dan ditunjukkan kepada petugas maskapai sebelum naik pesawat.
Prospek sektor: Perusahaan teknologi perjalanan menyambut baik kabar ini, mencatat bahwa infrastruktur visa digital India setara dengan negara-negara ASEAN. Analis memprediksi saluran e-Visa akan menangani 70% dari semua kedatangan jangka pendek pada 2027, mengurangi biaya bagi pelancong dan perwakilan India di luar negeri.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Kabut Tebal Menghentikan Penerbangan di Seluruh India Utara; IndiGo Batalkan Lebih dari 90 Penerbangan, Maskapai Terbitkan Peringatan Nasional
Serangan Drone Pakistan di Sepanjang LoC Tingkatkan Kewaspadaan Keamanan, Mobilitas Perbatasan Bisa Diperketat