Jerman Hapus Visa Transit Bandara untuk Pemegang Paspor India, Permudah Koneksi ke Inggris Lebih Cepat
Latihan Hari Republik Tutup Ruang Udara Delhi Selama Enam Hari, 600 Penerbangan Alami Penundaan Berantai
Australia Klasifikasikan India sebagai Pasar Visa Pelajar Risiko Tertinggi, Aturan Bukti Lebih Ketat Diberlakukan
Berita Terbaru
USCIS Naikkan Biaya Proses Premium Jadi $2.965, Perusahaan IT India Hadapi Biaya Mobilitas yang Lebih Tinggi
Mulai 1 Maret 2026, USCIS akan menaikkan biaya pemrosesan premium menjadi US$2.965. Perusahaan India yang mengandalkan pengajuan cepat visa H-1B dan L-1 harus menyesuaikan anggaran, memprioritaskan pengajuan, dan mengevaluasi strategi alternatif dalam penempatan tenaga kerja.
Jerman Hapus Persyaratan Visa Transit untuk Warga India, Permudah Koneksi Global
Jerman menghapus persyaratan visa transit bandara bagi pemegang paspor India, berlaku mulai 12 Januari 2026. Kebijakan ini akan memangkas biaya dan dokumen bagi pelancong bisnis maupun wisatawan yang transit melalui hub Jerman, serta berpotensi meningkatkan arus penumpang India-Jerman hingga dua digit.
Sikkim Jadi Serba Digital: Pengajuan PAP/RAP Online Kini Wajib bagi Wisatawan Asing ke Negara Perbatasan
Mulai 12 Januari 2026, semua warga negara asing yang akan menuju zona terlindungi atau terbatas di Sikkim wajib mengurus izin secara online melalui portal e-FRRO; izin berbentuk kertas dihapuskan untuk memperketat keamanan dan memperlancar proses persetujuan.
Kabut Tebal Menghentikan Penerbangan di Seluruh India Utara; IndiGo Batalkan Lebih dari 90 Penerbangan, Maskapai Terbitkan Peringatan Nasional
Kabut tebal pada 11-12 Januari 2026 menyebabkan pembatalan massal penerbangan dan peringatan dari IndiGo, Air India, serta SpiceJet, yang mengganggu jadwal perjalanan bisnis dan liburan di seluruh India.
Serangan Drone Pakistan di Sepanjang LoC Tingkatkan Kewaspadaan Keamanan, Mobilitas Perbatasan Bisa Diperketat
Pasukan keamanan melacak beberapa drone Pakistan di atas LoC/Perbatasan Internasional pada 11 Januari; insiden ini berpotensi menyebabkan peningkatan pemeriksaan dan pembatasan pergerakan secara sporadis bagi warga sipil serta konvoi pasokan di distrik perbatasan.