
Sebagai tanda fokus maskapai penerbangan yang semakin besar pada sektor keberangkatan India yang berkembang pesat, Qantas pada 23 Januari meluncurkan penjualan tiket selama seminggu dengan harga diskon untuk penerbangan pulang-pergi kelas ekonomi dari Bengaluru ke empat kota di Selandia Baru melalui Sydney. Harga tiket mulai sekitar ₹65.300 (A$1.190) untuk rute Bengaluru–Christchurch, dengan Auckland, Wellington, dan Queenstown sedikit lebih mahal. Perjalanan harus dilakukan antara Maret hingga November 2026 dan tiket harus diterbitkan paling lambat 31 Januari.
Promosi ini memanfaatkan layanan malam Bengaluru–Sydney dari Qantas untuk menghubungkan keberangkatan pagi melintasi Tasman, memungkinkan perjalanan satu kali transit pada hari yang sama ke kedua pulau Selandia Baru. Semua tiket sudah termasuk bagasi terdaftar, makanan, dan hiburan dalam penerbangan—sebuah keunggulan penting dibandingkan pesaing berbiaya rendah di rute Kanguru.
Bagi operator pariwisata Australia, kampanye ini sangat berarti. Meskipun pendapatan berasal dari India, setiap rute perjalanan mencakup transit—atau opsi singgah—di Sydney, yang menciptakan pengeluaran tambahan di hotel dan ritel serta meningkatkan jumlah penumpang yang melewati kontrol perbatasan Australia. Para grosir perjalanan mengatakan penawaran ini juga bisa menarik perusahaan India untuk menggabungkan kunjungan klien di Sydney dan Auckland dalam satu tiket.
Penjualan ini bertepatan dengan kampanye pemasaran digital baru Tourism Australia bertajuk ‘Come Alive’ di kota-kota Tier-2 India dan mendahului Piala Dunia T20 Pria ICC yang akan diselenggarakan bersama oleh Australia dan Selandia Baru pada akhir 2026. Para analis industri melihat waktu yang terkoordinasi ini sebagai upaya untuk mengamankan perjalanan kelompok sebelum harga tiket musim puncak naik.
Tim mobilitas Australia yang memindahkan staf antara India, Sydney, dan Selandia Baru dapat memanfaatkan jendela diskon ini, namun perlu diperhatikan bahwa kelas harga terendah bersifat non-refundable dan mengharuskan menginap minimal satu malam Minggu di tujuan.
Promosi ini memanfaatkan layanan malam Bengaluru–Sydney dari Qantas untuk menghubungkan keberangkatan pagi melintasi Tasman, memungkinkan perjalanan satu kali transit pada hari yang sama ke kedua pulau Selandia Baru. Semua tiket sudah termasuk bagasi terdaftar, makanan, dan hiburan dalam penerbangan—sebuah keunggulan penting dibandingkan pesaing berbiaya rendah di rute Kanguru.
Bagi operator pariwisata Australia, kampanye ini sangat berarti. Meskipun pendapatan berasal dari India, setiap rute perjalanan mencakup transit—atau opsi singgah—di Sydney, yang menciptakan pengeluaran tambahan di hotel dan ritel serta meningkatkan jumlah penumpang yang melewati kontrol perbatasan Australia. Para grosir perjalanan mengatakan penawaran ini juga bisa menarik perusahaan India untuk menggabungkan kunjungan klien di Sydney dan Auckland dalam satu tiket.
Penjualan ini bertepatan dengan kampanye pemasaran digital baru Tourism Australia bertajuk ‘Come Alive’ di kota-kota Tier-2 India dan mendahului Piala Dunia T20 Pria ICC yang akan diselenggarakan bersama oleh Australia dan Selandia Baru pada akhir 2026. Para analis industri melihat waktu yang terkoordinasi ini sebagai upaya untuk mengamankan perjalanan kelompok sebelum harga tiket musim puncak naik.
Tim mobilitas Australia yang memindahkan staf antara India, Sydney, dan Selandia Baru dapat memanfaatkan jendela diskon ini, namun perlu diperhatikan bahwa kelas harga terendah bersifat non-refundable dan mengharuskan menginap minimal satu malam Minggu di tujuan.
Sumber: The Times of India