
Para pelancong rutin di wilayah barat daya Virginia segera dapat menjalani wawancara Global Entry lebih dekat dengan rumah mereka. U.S. Customs and Border Protection (CBP) mengonfirmasi pada 4 Februari bahwa mereka akan mengadakan acara pendaftaran mobile selama dua hari di Bandara Regional Roanoke-Blacksburg (ROA) pada 26–27 Maret 2026. Pelamar yang sudah mendapat persetujuan bersyarat—baik yang baru pertama kali maupun perpanjangan—dapat mulai memesan janji temu hari ini melalui portal Trusted Traveler Programs (TTP).
Model pop-up ini telah menjadi strategi utama CBP untuk mengatasi antrean wawancara yang masih mencapai lebih dari 300.000 pelamar secara nasional. Di pusat-pusat besar seperti Washington Dulles dan Charlotte, waktu tunggu bisa lebih dari delapan bulan. Dengan mengirim tim wawancara ke bandara sekunder, CBP dapat menyelesaikan ratusan kasus dalam satu perjalanan sekaligus menghemat biaya penerbangan tambahan atau penginapan bagi para pelancong.
Bagi perusahaan yang mengandalkan mobilitas lintas batas yang cepat—terutama kontraktor pertahanan dan perusahaan teknologi yang berpusat di sepanjang koridor I-81 Virginia—lokasi sementara ini sangat menguntungkan. Keanggotaan Global Entry tidak hanya mempercepat proses masuk kembali ke Amerika Serikat, tetapi juga termasuk TSA PreCheck, yang menghemat waktu berharga dalam jadwal perjalanan bisnis domestik.
Pelamar tetap harus membayar biaya keanggotaan sebesar US$120 untuk lima tahun dan membawa dokumen yang diperlukan (paspor, bukti tempat tinggal, dan dokumen kriminal sebelumnya jika ada) saat wawancara. Pejabat CBP mengatakan slot biasanya terisi dalam waktu 48 jam. Perusahaan yang merencanakan pendaftaran kelompok disarankan untuk segera bertindak atau mengajukan blok korporat khusus melalui Program Permintaan Acara CBP.
Meskipun pop-up bukan solusi permanen untuk kemacetan Trusted Traveler, data CBP menunjukkan bahwa acara ini telah mengurangi waktu tunggu rata-rata sebesar 22 persen di pasar yang mengadakan setidaknya satu acara tahun lalu. Pop-up tambahan diperkirakan akan digelar musim semi ini di West Virginia, Alabama, dan bagian utara New York.
Model pop-up ini telah menjadi strategi utama CBP untuk mengatasi antrean wawancara yang masih mencapai lebih dari 300.000 pelamar secara nasional. Di pusat-pusat besar seperti Washington Dulles dan Charlotte, waktu tunggu bisa lebih dari delapan bulan. Dengan mengirim tim wawancara ke bandara sekunder, CBP dapat menyelesaikan ratusan kasus dalam satu perjalanan sekaligus menghemat biaya penerbangan tambahan atau penginapan bagi para pelancong.
Bagi perusahaan yang mengandalkan mobilitas lintas batas yang cepat—terutama kontraktor pertahanan dan perusahaan teknologi yang berpusat di sepanjang koridor I-81 Virginia—lokasi sementara ini sangat menguntungkan. Keanggotaan Global Entry tidak hanya mempercepat proses masuk kembali ke Amerika Serikat, tetapi juga termasuk TSA PreCheck, yang menghemat waktu berharga dalam jadwal perjalanan bisnis domestik.
Pelamar tetap harus membayar biaya keanggotaan sebesar US$120 untuk lima tahun dan membawa dokumen yang diperlukan (paspor, bukti tempat tinggal, dan dokumen kriminal sebelumnya jika ada) saat wawancara. Pejabat CBP mengatakan slot biasanya terisi dalam waktu 48 jam. Perusahaan yang merencanakan pendaftaran kelompok disarankan untuk segera bertindak atau mengajukan blok korporat khusus melalui Program Permintaan Acara CBP.
Meskipun pop-up bukan solusi permanen untuk kemacetan Trusted Traveler, data CBP menunjukkan bahwa acara ini telah mengurangi waktu tunggu rata-rata sebesar 22 persen di pasar yang mengadakan setidaknya satu acara tahun lalu. Pop-up tambahan diperkirakan akan digelar musim semi ini di West Virginia, Alabama, dan bagian utara New York.
Sumber: WSLS-TV Roanoke