ACT Menaikkan Batas Penghasilan dan Menghapus Jalur Visa 482 dalam Perombakan Migrasi Terampil 2026
Bandara Internasional Western Sydney Siap Meluncurkan Pengiriman Kargo Juli dan Penerbangan Penumpang Oktober
DFAT Keluarkan Peringatan Smartraveller Baru untuk Eswatini dan Nepal, Menyoroti Risiko Kerusuhan Sipil dan Terkait Pemilu
Berita Terbaru
Pemimpin Baru Partai Liberal Angus Taylor Berjanji Menekan “Imigrasi Buruk” dalam Reset Kebijakan
Pemimpin baru Partai Liberal, Angus Taylor, menyatakan Koalisi akan menargetkan "imigrasi buruk", menandakan kemungkinan pengujian karakter yang lebih ketat dan pengurangan jumlah visa. Meskipun rinciannya masih samar, nada tegas ini bisa memengaruhi negosiasi bipartisan terkait pengaturan migrasi terampil yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha.
Konsep ‘Visa AUKUS’ Makin Dilirik, Lembaga Pemikir Dorong Percepatan Mobilitas Pertahanan
Analis di The Strategist ASPI mendesak pembuatan ‘visa AUKUS’ khusus yang memungkinkan tenaga ahli dan insinyur berpindah cepat antara Australia, AS, dan Inggris agar program kapal selam nuklir tetap berjalan sesuai jadwal. Mereka menilai kelas visa saat ini terlalu lambat dan terpisah-pisah, serta mendorong proses 30 hari dan pengakuan bersama atas izin keamanan. Perusahaan di rantai pasok pertahanan disarankan mempersiapkan bukti untuk mendukung konsultasi mendatang dari Departemen Dalam Negeri.
Australia Perbarui Peringatan Perjalanan untuk Empat Destinasi Utama di Eropa
Layanan Smartraveller dari DFAT mengeluarkan pembaruan pada hari yang sama (12 Februari 2026) untuk Albania, Hungaria, Austria, dan Inggris. Peringatan paling tegas ditujukan untuk Albania, di mana protes kekerasan semakin meningkat; peringatan Inggris menyoroti kemungkinan pemogokan perbatasan selama periode Paskah. Para pelaku perjalanan bisnis diharapkan menghadapi kios biometrik Schengen, antrean panjang di bandara, serta kemungkinan gangguan transportasi darat. Disarankan untuk memperbarui peringatan risiko internal dan memeriksa kembali asuransi perjalanan.
AFP Tuntut Warga Irak yang Tinggal di Perth atas Pelanggaran Berulang Pemantauan Visa
Seorang pria berusia 43 tahun asal Irak menghadapi tujuh dakwaan di Perth karena berulang kali gagal mematuhi ketentuan pemantauan visa, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara dan denda AUD 99.000 per pelanggaran. Tindakan AFP ini menandai peningkatan penegakan hukum terhadap warga negara asing yang melanggar aturan pelaporan pasca-penahanan—informasi penting bagi para pemberi kerja yang mengandalkan pemegang visa sementara di Australia Barat.
Penuntutan Pemantauan Elektronik Kedua: Pria Kelahiran Somalia Didakwa di Melbourne
Beberapa jam setelah penetapan dakwaan di Perth, AFP mengajukan 15 tuduhan terhadap seorang pria kelahiran Somalia di Melbourne karena merusak alat pemantau dan melanggar jam malam. Kasus ini menegaskan sikap tanpa toleransi Canberra terhadap kondisi visa pasca-penahanan dan menyoroti potensi risiko korporasi bagi penyedia layanan yang mendukung warga non-warga negara yang diawasi.
Konsulat Bali Jadwalkan Layanan Paspor dan Notaris Keliling di Lombok
Warga Australia di Lombok memiliki waktu hingga 12 Februari 2026 untuk memesan janji paspor dan notaris dalam acara konsuler satu hari pada 4 Maret. Inisiatif ini menghemat perjalanan penduduk dan pelaku bisnis ke Bali serta menunjukkan upaya DFAT dalam memberikan akses konsuler yang lebih fleksibel di wilayah regional Indonesia.