
Operator tol jalan Dubai, Salik, mengonfirmasi pada 16 Februari 2026 bahwa mereka akan memberlakukan tarif sementara di luar jam sibuk selama bulan suci Ramadan, yang diperkirakan dimulai sekitar 18–19 Februari. Setiap hari, dari pukul 17.00 hingga 02.00, pengendara hanya akan membayar AED 4, menggantikan tarif biasa AED 6 saat melewati salah satu dari sepuluh gerbang Salik di Dubai. Tarif puncak bergeser ke jam 09.00–17.00, sementara jam 02.00–07.00 tetap bebas biaya.
Penyesuaian ini sejalan dengan jam operasional kantor pemerintah dan sekolah yang dipersingkat, serta dirancang untuk mengurangi kemacetan malam hari saat warga bepergian ke acara iftar atau salat tarawih. Salik, yang kini terdaftar di Bursa Keuangan Dubai, menyatakan bahwa perubahan tarif ini telah dimodelkan agar tetap netral secara pendapatan dengan meratakan beban lalu lintas per jam, bukan untuk mendorong permintaan tambahan.
Bagi perusahaan yang mengoperasikan shuttle karyawan atau mengelola kendaraan armada pribadi, tarif yang lebih rendah ini menjadi insentif untuk menjadwalkan kunjungan pelanggan dan perjalanan antar kantor setelah pukul 17.00, yang berpotensi mengurangi anggaran mobilitas selama bulan Ramadan. Operator logistik yang mengandalkan pengiriman tepat waktu juga dapat merasakan manfaat dari kelancaran lalu lintas di Emirates Road dan Sheikh Zayed Road pada sore hari.
Salik akan mengirimkan peringatan waktu nyata melalui aplikasi mobile dan papan pesan variabel, serta departemen HR didorong untuk mengingatkan para pekerja asing—terutama yang baru pertama kali menjalankan ibadah Ramadan—tentang perubahan pola berkendara lokal dan pentingnya memberi waktu ekstra sebelum matahari terbenam.
Meskipun kebijakan ini bersifat sementara, langkah ini merupakan bagian dari strategi Dubai yang lebih luas untuk memperkenalkan tarif jalan dinamis berbasis permintaan. Para analis mengatakan eksperimen Ramadan tahun ini akan memberikan data berharga menjelang peluncuran tarif variabel di sekitar Expo City dan koridor pertumbuhan lainnya pada tahun 2027.
Penyesuaian ini sejalan dengan jam operasional kantor pemerintah dan sekolah yang dipersingkat, serta dirancang untuk mengurangi kemacetan malam hari saat warga bepergian ke acara iftar atau salat tarawih. Salik, yang kini terdaftar di Bursa Keuangan Dubai, menyatakan bahwa perubahan tarif ini telah dimodelkan agar tetap netral secara pendapatan dengan meratakan beban lalu lintas per jam, bukan untuk mendorong permintaan tambahan.
Bagi perusahaan yang mengoperasikan shuttle karyawan atau mengelola kendaraan armada pribadi, tarif yang lebih rendah ini menjadi insentif untuk menjadwalkan kunjungan pelanggan dan perjalanan antar kantor setelah pukul 17.00, yang berpotensi mengurangi anggaran mobilitas selama bulan Ramadan. Operator logistik yang mengandalkan pengiriman tepat waktu juga dapat merasakan manfaat dari kelancaran lalu lintas di Emirates Road dan Sheikh Zayed Road pada sore hari.
Salik akan mengirimkan peringatan waktu nyata melalui aplikasi mobile dan papan pesan variabel, serta departemen HR didorong untuk mengingatkan para pekerja asing—terutama yang baru pertama kali menjalankan ibadah Ramadan—tentang perubahan pola berkendara lokal dan pentingnya memberi waktu ekstra sebelum matahari terbenam.
Meskipun kebijakan ini bersifat sementara, langkah ini merupakan bagian dari strategi Dubai yang lebih luas untuk memperkenalkan tarif jalan dinamis berbasis permintaan. Para analis mengatakan eksperimen Ramadan tahun ini akan memberikan data berharga menjelang peluncuran tarif variabel di sekitar Expo City dan koridor pertumbuhan lainnya pada tahun 2027.
Sumber: The National