
Prancis telah menyelesaikan tahap terakhir dari pembaruan digital selama tiga tahun pada jaringan konsuler mereka: mulai 20 Februari 2026, setiap pemohon visa Prancis, di mana pun mereka tinggal atau kategori visa apa yang dibutuhkan, harus terlebih dahulu membuat janji melalui portal web France-Visas. Layanan tanpa janji, permintaan lewat email, dan jadwal manual berbasis kertas telah dihentikan. Menurut laporan Travel & Tour World yang diterbitkan pada 21 Februari, dekrit yang sama juga mewajibkan pemohon mengisi kuesioner kelayakan secara online dan, jika mereka belum pernah bepergian ke Wilayah Schengen dalam 59 bulan terakhir, harus memberikan sidik jari dan foto langsung di pusat visa pada hari wawancara. Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri Prancis berargumen bahwa sistem tunggal yang dapat diaudit ini akan mengurangi penipuan dan ketidakhadiran janji—masalah lama bagi penyedia layanan di pasar dengan volume tinggi seperti India, China, dan Nigeria. Aturan baru ini juga menyamakan biaya layanan secara global dan memberikan konsulat dashboard real-time untuk kapasitas, memungkinkan mereka mengalihkan slot ke jalur prioritas pelajar atau bisnis saat puncak musiman.
Bagi tim mobilitas korporat, kabar ini membawa dampak positif sekaligus tantangan. Di sisi positif, manajer HR kini dapat melacak posisi kandidat dalam antrean secara online dan mengunduh formulir aplikasi yang sudah terisi sebagian. Namun, model “klik pertama menang” berarti lokasi populer—seperti London, San Francisco, Dubai—membuka janji pada tengah malam waktu Paris, memaksa pemohon menunggu di ruang tunggu virtual. Beberapa perusahaan relokasi global berencana menggunakan pemantau bot (bukan bot pemecah captcha) agar penerima tugas bisa segera mendapat pemberitahuan saat tanggal baru tersedia.
Implikasi praktis bagi pelancong jelas: 1) siapkan waktu tunggu dua hingga tiga minggu untuk perjalanan proyek, bahkan untuk visa Schengen kunjungan singkat; 2) unggah data paspor yang sama di portal France-Visas, sistem janji temu, dan situs pembayaran pihak ketiga, jika tidak, pemesanan akan otomatis ditolak; 3) ingat bahwa data biometrik berlaku selama 59 bulan, sehingga pelancong yang berulang dapat menggunakan layanan pengiriman kurir setelah pengambilan data pertama selesai.
Pejabat Prancis menegaskan perubahan ini tidak akan memperpanjang waktu proses, dengan menunjuk pada uji coba di Kanada yang memangkas rata-rata waktu penanganan dari 21 menjadi 12 hari. Namun, perusahaan multinasional menyarankan staf untuk mengamankan janji temu sebelum membeli tiket pesawat, karena penjadwalan ulang kini otomatis membatalkan janji dan menimbulkan biaya layanan tambahan.
Bagi tim mobilitas korporat, kabar ini membawa dampak positif sekaligus tantangan. Di sisi positif, manajer HR kini dapat melacak posisi kandidat dalam antrean secara online dan mengunduh formulir aplikasi yang sudah terisi sebagian. Namun, model “klik pertama menang” berarti lokasi populer—seperti London, San Francisco, Dubai—membuka janji pada tengah malam waktu Paris, memaksa pemohon menunggu di ruang tunggu virtual. Beberapa perusahaan relokasi global berencana menggunakan pemantau bot (bukan bot pemecah captcha) agar penerima tugas bisa segera mendapat pemberitahuan saat tanggal baru tersedia.
Implikasi praktis bagi pelancong jelas: 1) siapkan waktu tunggu dua hingga tiga minggu untuk perjalanan proyek, bahkan untuk visa Schengen kunjungan singkat; 2) unggah data paspor yang sama di portal France-Visas, sistem janji temu, dan situs pembayaran pihak ketiga, jika tidak, pemesanan akan otomatis ditolak; 3) ingat bahwa data biometrik berlaku selama 59 bulan, sehingga pelancong yang berulang dapat menggunakan layanan pengiriman kurir setelah pengambilan data pertama selesai.
Pejabat Prancis menegaskan perubahan ini tidak akan memperpanjang waktu proses, dengan menunjuk pada uji coba di Kanada yang memangkas rata-rata waktu penanganan dari 21 menjadi 12 hari. Namun, perusahaan multinasional menyarankan staf untuk mengamankan janji temu sebelum membeli tiket pesawat, karena penjadwalan ulang kini otomatis membatalkan janji dan menimbulkan biaya layanan tambahan.
Sumber: Travel & Tour World