
Kementerian Luar Negeri secara resmi memberitahukan kepada operator transportasi dan mitra Schengen bahwa mulai 1 Juni 2026, hanya paspor Rusia yang dilengkapi chip elektronik yang akan diterima untuk masuk atau transit melalui Finlandia. Paspor non-biometrik—yang masih dimiliki sekitar 4 juta warga Rusia—akan otomatis ditolak masuk. Pengecualian hanya berlaku untuk anak di bawah 18 tahun dan pemegang izin tinggal Finlandia yang diterbitkan sebelum tanggal tersebut. Kasus kemanusiaan dapat dipertimbangkan secara individual, namun petugas perbatasan menegaskan bahwa kriterianya sangat ketat. Kebijakan ini menyelaraskan Finlandia dengan Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia, yang semuanya telah memberlakukan larangan serupa setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Perubahan ini berdampak praktis bagi warga negara ganda dan pedagang lintas batas yang bergantung pada perbatasan darat sebelum penutupan: siapa pun yang berencana memanfaatkan pembukaan kembali harus segera memperbarui dokumen, karena konsulat Rusia melaporkan antrean enam minggu untuk paspor biometrik. Maskapai penerbangan, operator feri, dan perusahaan bus telah menerima peringatan Timatic terbaru; operator yang mengangkut penumpang dengan paspor tidak sesuai setelah 1 Juni akan dikenai denda dan bertanggung jawab atas biaya pengembalian. Tim mobilitas perusahaan disarankan untuk memperbarui daftar periksa perjalanan klien dan mengingatkan karyawan Rusia di Finlandia untuk memeriksa jenis paspor saat mengajukan perpanjangan izin tinggal atau visa Schengen yang diterbitkan oleh negara ketiga. Meskipun kebijakan ini diumumkan pada 2 Maret, perhatian media Finlandia meningkat pada 6 Maret dengan surat kabar yang menerbitkan panduan penjelasan dan agen perjalanan yang memperbarui sistem pemesanan mereka. Penjaga Perbatasan diperkirakan akan menerbitkan FAQ berbahasa Inggris pada akhir bulan ini.
Sumber: Yle News