
Dua pintu gerbang internasional Siprus kembali mengalami gelombang pembatalan pada 11 Maret 2026, dengan 44 penerbangan dibatalkan di bandara Larnaca (LCA) dan Paphos (PFO). Berdasarkan data informasi penerbangan yang dikumpulkan oleh Travel and Tour World, 29 pembatalan terjadi di Larnaca dan 15 di Paphos, terutama rute menuju Tel Aviv, Beirut, Amman, Dubai, dan Doha. Maskapai menyebutkan penilaian risiko operasional dan kebutuhan untuk mengalihkan rute menghindari wilayah udara yang dibatasi akibat aktivitas misil di Laut Mediterania Timur. Setidaknya satu penerbangan dari London Heathrow juga dibatalkan karena kru melebihi jam kerja maksimum akibat rute detour yang lebih panjang. Hermes Airports, operator swasta kedua bandara tersebut, menyatakan volume penumpang masih 12% lebih rendah dibandingkan hari yang sama tahun lalu, namun menegaskan protokol keamanan tetap dijalankan. Sumber industri mencatat posisi geografis Siprus membuatnya menjadi titik pengalihan yang nyaman bagi maskapai yang menghindari wilayah udara Lebanon atau Suriah, yang pada gilirannya mempersempit ketersediaan tempat parkir pesawat dan mempersulit penjadwalan. Bagi perusahaan, disarankan untuk menyiapkan rencana cadangan dalam jadwal perjalanan. Pertemuan sebaiknya menyediakan opsi hybrid, dan manajer logistik perlu meninjau alur kargo yang sangat penting waktu—Siprus menangani bisnis trans-shipment e-commerce yang terus berkembang dan berpotensi mengalami penumpukan. Para pelancong disarankan untuk mengonfirmasi ulang penerbangan 24 jam sebelum keberangkatan dan mempertimbangkan tiket fleksibel sampai situasi stabil.
Sumber: Travel and Tour World
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Siprus.Lebih Banyak Dari Siprus
Lihat semua
Siprus Bentuk Satuan Tugas Tingkat Tinggi untuk Percepat Deportasi Migran Ilegal
Penutupan ruang udara Timur Tengah picu kekacauan penerbangan di seluruh Eropa, Cyprus Airways termasuk maskapai terdampak