
Dewan Eksekutif Dubai, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Sheikh Hamdan bin Mohammed, pada 31 Maret 2026 menyetujui paket stimulus senilai AED 1 miliar (US$ 272 juta) untuk melindungi bisnis dan warga dari dampak ekonomi akibat perang—dan yang penting bagi tim mobilitas global, berkomitmen untuk “mempercepat proses penerbitan dan perpanjangan izin tinggal.” Menurut keterangan dari Kantor Media Pemerintah, beberapa biaya pemerintah terpilih akan ditunda selama tiga bulan, hotel dapat menunda pembayaran pajak Tourism Dirham, dan standar kesehatan serta keselamatan baru untuk akomodasi pekerja akan dipercepat penerapannya. Paket ini berlaku mulai 1 April dan akan berlangsung hingga enam bulan.
Meski fokus utama adalah pada likuiditas untuk UKM dan sektor perhotelan, konsultan HR menyambut baik janji tegas untuk mempercepat proses izin tinggal. Penundaan telah terjadi sejak lonjakan serangan drone bulan lalu yang memaksa penutupan sementara pusat medis visa. Pejabat menyebutkan bahwa jalur biometrik tambahan dan shift malam di pusat layanan ICP akan didanai dari anggaran stimulus ini. Proses visa yang lebih cepat akan membantu perusahaan yang sedang terburu-buru mengerahkan tim proyek untuk tahap konstruksi Expo City dan pekerjaan penghentian operasional minyak dan gas. Penyedia layanan relokasi juga mengharapkan manfaat lanjutan untuk visa keluarga tanggungan dan izin pekerja domestik, yang keduanya mengalami antrean panjang selama puncak konflik.
Paket ini menunjukkan bahwa Dubai ingin menjaga reputasinya sebagai tempat termudah di Teluk untuk tinggal dan bekerja, bahkan di tengah tekanan geopolitik. Manajer mobilitas disarankan untuk memantau surat edaran pelaksanaan: penundaan biaya bisa menurunkan biaya onboarding sementara, namun juga bisa menyebabkan perpanjangan izin terkumpul dalam satu periode di masa depan, sehingga perencanaan arus kas tetap penting.
Meski fokus utama adalah pada likuiditas untuk UKM dan sektor perhotelan, konsultan HR menyambut baik janji tegas untuk mempercepat proses izin tinggal. Penundaan telah terjadi sejak lonjakan serangan drone bulan lalu yang memaksa penutupan sementara pusat medis visa. Pejabat menyebutkan bahwa jalur biometrik tambahan dan shift malam di pusat layanan ICP akan didanai dari anggaran stimulus ini. Proses visa yang lebih cepat akan membantu perusahaan yang sedang terburu-buru mengerahkan tim proyek untuk tahap konstruksi Expo City dan pekerjaan penghentian operasional minyak dan gas. Penyedia layanan relokasi juga mengharapkan manfaat lanjutan untuk visa keluarga tanggungan dan izin pekerja domestik, yang keduanya mengalami antrean panjang selama puncak konflik.
Paket ini menunjukkan bahwa Dubai ingin menjaga reputasinya sebagai tempat termudah di Teluk untuk tinggal dan bekerja, bahkan di tengah tekanan geopolitik. Manajer mobilitas disarankan untuk memantau surat edaran pelaksanaan: penundaan biaya bisa menurunkan biaya onboarding sementara, namun juga bisa menyebabkan perpanjangan izin terkumpul dalam satu periode di masa depan, sehingga perencanaan arus kas tetap penting.
Sumber: The Economic Times