
Spesialis logistik Siprus, Airtrans Aviation, telah ditunjuk sebagai Agen Penjualan Umum Kargo (GSA) untuk Royal Jordanian Airlines, memperluas jangkauan Bandara Larnaca ke Amman dan selanjutnya ke Amerika Utara serta Asia. Pengumuman pada 6 April ini memperkuat peran Siprus sebagai pintu gerbang kargo di Mediterania Timur dan memberikan kapasitas baru bagi para eksportir di tengah ketidakstabilan jalur pengiriman laut melalui Laut Merah. Airtrans mengoperasikan fasilitas penanganan kargo terbesar di pulau tersebut dan sudah mewakili beberapa maskapai. Dengan menambahkan jaringan Royal Jordanian yang mencakup lebih dari 50 destinasi, perusahaan kini dapat menawarkan waktu transit lebih cepat bagi pengirim barang di Siprus, khususnya untuk barang bernilai tinggi seperti farmasi dan elektronik—sektor yang mendukung banyak penugasan ekspatriat. Bagi perusahaan multinasional, kesepakatan ini menyediakan alternatif yang lebih andal dibandingkan pengiriman darat melalui Turki atau pengiriman ulang yang mahal lewat Athena. Tim mobilitas talenta yang memindahkan staf dan barang rumah tangga dapat memanfaatkan kapasitas tambahan untuk pengiriman udara tanpa pendamping, meminimalkan keterlambatan dari pintu ke pintu. Waktu pengumuman ini sangat penting: permintaan kargo udara regional melonjak seiring perusahaan mengalihkan rute menghindari koridor maritim yang terdampak konflik. Para pengirim barang memperkirakan kapasitas kargo di perut pesawat Airbus A321 Royal Jordanian yang terbang setiap hari dapat menampung sebagian lonjakan tersebut, berpotensi menstabilkan tarif kargo dari Siprus. Pengamat industri juga mencatat dimensi diplomatiknya. Hubungan komersial yang lebih kuat dengan Yordania sejalan dengan strategi Nicosia untuk memperdalam kemitraan dengan negara-negara Timur Tengah yang moderat, sekaligus memperkuat posisi Siprus dalam pencalonan keanggotaan Schengen dan negosiasi masa depan terkait Visa Waiver AS.
Sumber: Cyprus Mail