
Para pelancong bisnis yang akan menghadiri Pameran Impor & Ekspor China ke-139—lebih dikenal sebagai Pameran Canton—hanya memiliki beberapa hari lagi untuk mengurus dokumen perjalanan mereka di Arab Saudi. Pusat Layanan Aplikasi Visa China (CVASC) di Jeddah mengumumkan pada 19 April bahwa mereka akan menghentikan proses review online untuk aplikasi visa Pameran Canton pada pukul 00:00 tanggal 23 April; pengajuan langsung secara tatap muka tidak akan diterima setelah 26 April. Batas waktu yang ketat ini mencerminkan lonjakan permintaan seiring kembalinya pembeli dari Timur Tengah ke pameran dagang terbesar di dunia, yang akan membuka fase ketiganya di Guangzhou pada 1 Mei.
Menurut penyelenggara pameran, pembeli luar negeri yang sudah terdaftar dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sudah meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2025, didorong oleh minat pada mesin teknologi hijau dan elektronik konsumen. Para pelamar harus mengunggah surat undangan yang diterbitkan oleh China Foreign Trade Centre dan membayar biaya visa dengan diskon—Beijing memperpanjang pengurangan biaya sebesar 25 persen hingga Desember 2026. CVASC Jeddah memperingatkan bahwa pengajuan digital yang tidak lengkap akan otomatis ditolak setelah batas waktu, sehingga pelancong harus mencari proses darurat di Riyadh atau Dubai yang mengenakan biaya tambahan ‘ekspres’ lebih tinggi.
Perusahaan dengan perubahan delegasi mendadak disarankan mempertimbangkan fasilitas visa pelabuhan China di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun, namun syaratnya terbatas pada pemegang konfirmasi undangan pameran dan pemesanan hotel yang sudah dikonfirmasi. Pengirim barang juga mengingatkan para peserta pameran bahwa proses ATA carnet di bea cukai Saudi kini memakan waktu hingga tiga hari kerja, sehingga pengiriman harus dilakukan lebih awal.
Kejadian ini menggambarkan bagaimana kapasitas konsuler bisa menjadi kendala dalam pemulihan pameran dagang pasca pandemi. Manajer mobilitas disarankan untuk memantau pengumuman kuota setiap CVASC dan mengeksplorasi opsi visa grup China, yang memungkinkan beberapa karyawan bepergian dengan satu dokumen, namun harus diatur melalui agen perjalanan yang terakreditasi.
Menurut penyelenggara pameran, pembeli luar negeri yang sudah terdaftar dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sudah meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2025, didorong oleh minat pada mesin teknologi hijau dan elektronik konsumen. Para pelamar harus mengunggah surat undangan yang diterbitkan oleh China Foreign Trade Centre dan membayar biaya visa dengan diskon—Beijing memperpanjang pengurangan biaya sebesar 25 persen hingga Desember 2026. CVASC Jeddah memperingatkan bahwa pengajuan digital yang tidak lengkap akan otomatis ditolak setelah batas waktu, sehingga pelancong harus mencari proses darurat di Riyadh atau Dubai yang mengenakan biaya tambahan ‘ekspres’ lebih tinggi.
Perusahaan dengan perubahan delegasi mendadak disarankan mempertimbangkan fasilitas visa pelabuhan China di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun, namun syaratnya terbatas pada pemegang konfirmasi undangan pameran dan pemesanan hotel yang sudah dikonfirmasi. Pengirim barang juga mengingatkan para peserta pameran bahwa proses ATA carnet di bea cukai Saudi kini memakan waktu hingga tiga hari kerja, sehingga pengiriman harus dilakukan lebih awal.
Kejadian ini menggambarkan bagaimana kapasitas konsuler bisa menjadi kendala dalam pemulihan pameran dagang pasca pandemi. Manajer mobilitas disarankan untuk memantau pengumuman kuota setiap CVASC dan mengeksplorasi opsi visa grup China, yang memungkinkan beberapa karyawan bepergian dengan satu dokumen, namun harus diatur melalui agen perjalanan yang terakreditasi.