1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. Thailand naikkan biaya visa tapi tetap beri bebas visa 60 hari untuk warga India mulai 27 April

Thailand naikkan biaya visa tapi tetap beri bebas visa 60 hari untuk warga India mulai 27 April

Apr 23, 2026
·
Thailand naikkan biaya visa tapi tetap beri bebas visa 60 hari untuk warga India mulai 27 April
Wisatawan dan profesional yang ingin tinggal lama dari India yang berencana ke Thailand harus siap merogoh kocek lebih dalam. Kedutaan Besar Thailand di New Delhi secara resmi memberitahukan kepada agen perjalanan dan pusat VFS bahwa biaya visa, legalisasi, dan layanan konsuler lainnya untuk pemohon asal India akan naik mulai 27 April 2026. Visa turis single-entry kini dikenakan biaya ₹3.000 (naik dari ₹2.500), sementara visa turis multiple-entry melonjak menjadi ₹13.500. Visa transit naik menjadi ₹2.500, sedangkan kategori non-imigran—yang mencakup bisnis, studi, dan tinggal bersama keluarga—mulai dari ₹7.000 untuk single entry dan bisa mencapai ₹30.000 untuk izin multiple-entry selama tiga tahun. Kenaikan tertinggi berlaku untuk visa SMART yang berorientasi investasi (₹30.000–₹120.000 tergantung masa berlaku) dan visa Long-Term Resident (LTR) yang naik menjadi ₹140.000. Legalisasi dokumen komersial kini dikenakan biaya tetap ₹1.400, dan layanan paspor atau notaris rutin juga menjadi lebih mahal. Pihak berwenang Thailand menyatakan revisi ini menyesuaikan biaya konsuler dengan depresiasi baht terhadap rupee serta mendanai perpanjangan jam operasional pusat visa di Delhi, Mumbai, Chennai, Kolkata, Hyderabad, dan Bengaluru. Yang penting, skema bebas visa 60 hari yang populer bagi wisatawan India tetap tidak berubah. Warga India yang tinggal kurang dari dua bulan dan masuk sekali tetap tidak dikenakan biaya, asalkan memiliki tiket pulang yang sudah dikonfirmasi dan bukti dana THB 10.000 (sekitar ₹23.000). Oleh karena itu, perusahaan perjalanan memprediksi dampak terbatas untuk liburan singkat ke Bangkok, Phuket, dan Krabi, namun biaya akan meningkat bagi digital nomad, konsultan proyek, dan pensiunan yang memilih opsi tinggal tahunan atau multiple-entry. Untuk perusahaan yang memutar staf ke Thailand, disarankan menganggarkan biaya pemerintah yang lebih tinggi di samping biaya layanan VFS, memperhitungkan antrean proses yang lebih panjang dalam dua minggu pertama setelah 27 April, dan mengajukan permohonan dengan dokumen lengkap sejak awal—terutama untuk kategori SMART dan LTR yang memerlukan beberapa persetujuan. Pelancong yang sudah memegang e-visa atau visa stiker yang disetujui sebelum 27 April tidak terdampak, namun kasus yang sedang diproses dan dikembalikan untuk dokumen tambahan akan dikenakan tarif baru jika diajukan ulang setelah tanggal efektif. Kebijakan ini mengikuti kenaikan harga serupa yang diumumkan Vietnam dan Indonesia awal tahun ini, menegaskan tren regional pemulihan pendapatan pasca-pandemi melalui biaya konsuler. Perusahaan India dengan operasi besar di Asia Tenggara disarankan meninjau anggaran mobilitas dan mempertimbangkan destinasi bebas visa seperti Malaysia atau Sri Lanka untuk kegiatan strategi singkat guna menekan biaya.
Sumber: The Economic Times

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×