
Vox, partai sayap kanan Spanyol, menggelar tur “prioritas nasional” di Lanzarote pada 26 April, menyerukan pemilih untuk menolak apa yang mereka sebut sebagai “agenda imigrasi massal” pemerintah. Dalam sebuah rapat umum yang diliput oleh La Voz de Lanzarote, pemimpin regional Nicasio Galván menuntut pencabutan segera Keputusan Kerajaan 316/2026 dan kembalinya pengecualian layanan kesehatan bagi warga asing tanpa dokumen. Kepulauan Canary mengalami tekanan migrasi yang tidak proporsional sejak 2024, ketika penyeberangan perahu di Atlantik mencapai rekor tertinggi. Vox memanfaatkan kekecewaan lokal dengan berargumen bahwa legalisasi setengah juta migran akan semakin membebani perumahan dan rumah sakit. Partai ini meraih polling 22% di seluruh wilayah, naik enam poin sejak Februari, dan berharap momentum ini dapat menambah kursi dalam pemilihan regional tahun depan. Para analis mengatakan kampanye ini bisa mempersulit upaya pengusaha menarik pekerja musiman untuk ekonomi pariwisata di kepulauan tersebut. “Bisnis membutuhkan mobilitas tenaga kerja yang legal, tapi pesan Vox menggema di kalangan pemilih yang khawatir tentang layanan sosial,” kata ekonom Elena Suárez dari Universitas La Laguna. Profesional HR yang beroperasi di pulau-pulau ini sebaiknya memantau kemungkinan perubahan kebijakan di tingkat regional—seperti penegakan aturan sewa rumah yang lebih ketat bagi karyawan asing—dan menyiapkan strategi hubungan karyawan untuk menghadapi lingkungan yang terpolarisasi. Bagi ekspatriat yang sudah tinggal di Kepulauan Canary, tidak ada dampak hukum langsung, namun retorika yang meningkat bisa memengaruhi prioritas kepolisian dan hubungan komunitas.
Sumber: La Voz de Lanzarote