
Siprus telah bergabung dengan jaringan keselamatan lalu lintas Eropa, Roadpol, dalam meluncurkan kampanye penegakan hukum di seluruh benua yang menargetkan truk dan bus komersial dari tanggal 4 hingga 10 Mei 2026. Departemen Lalu Lintas Kepolisian Siprus mengumumkan peningkatan pemeriksaan mendadak terhadap dokumen kendaraan, takograf, pembatas kecepatan, dan waktu istirahat pengemudi di persimpangan utama dekat Pelabuhan Larnaca, Zona Industri Nicosia, dan jalan tol A6 Limassol–Paphos. Inisiatif ini, yang merupakan minggu aksi bertema kedua Roadpol tahun ini, bertujuan mengurangi kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan berat dan meningkatkan kepatuhan terhadap Regulasi UE (EC) 561/2006 tentang jam kerja pengemudi. Petugas yang dilengkapi dengan terminal data mobile akan memeriksa secara real-time basis data lisensi dan pelanggaran di seluruh UE—teknologi yang baru diterapkan di Siprus pada kuartal terakhir. Bagi perusahaan multinasional yang mengoperasikan armada distribusi regional atau mengatur transfer bus antar negara untuk karyawan, pengetatan ini bisa berarti pemeriksaan jalan yang lebih lama dan kemungkinan denda untuk pelanggaran kecil. Manajer logistik harus memastikan buku catatan elektronik selalu diperbarui dan dokumen kabotase mudah diakses, terutama untuk kendaraan yang tiba dengan feri dari Yunani dan Israel. Siprus mencatat 10 kematian di jalan yang melibatkan kendaraan barang berat pada 2025, turun 25% dibandingkan 2024, namun masih di atas rata-rata UE per juta penduduk. Pihak berwenang berharap kampanye kesadaran ini—dengan penegakan hukum yang lebih ketat—akan semakin menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan reputasi pulau ini sebagai tujuan transportasi jalan korporat yang aman.
Sumber: Cyprus Police News