
Thailand telah mengurangi masa bebas visa yang sebelumnya 60 hari menjadi batas tradisional 30 hari bagi warga dari 93 negara dan wilayah, termasuk Uni Emirat Arab. Perubahan ini dikonfirmasi oleh juru bicara Kabinet di Bangkok dan dilaporkan oleh media perjalanan Timur Tengah pada 22 Mei 2026. Kebijakan bebas visa selama dua bulan ini diperkenalkan pada akhir 2024 untuk mempercepat pemulihan pariwisata, namun menurut pejabat, kebijakan ini sudah tidak relevan dan menyebabkan banyak pelanggaran masa tinggal yang membebani sumber daya imigrasi. Aturan baru ini akan berlaku 15 hari setelah dipublikasikan di Lembaran Negara Kerajaan, memberikan waktu terbatas bagi warga UAE yang merencanakan perjalanan pada Juni untuk menyesuaikan jadwal mereka. Meskipun masa tinggal yang lebih pendek ini masih mencukupi kebutuhan wisata dan bisnis, segmen yang ingin tinggal lebih lama—seperti digital nomad, pelajar bahasa, dan pensiunan—harus mengajukan e-visa atau mengubah visa mereka menjadi visa pendidikan atau visa wisata khusus saat kedatangan. Agen perjalanan di Dubai memperkirakan lonjakan pengajuan e-visa mendadak dan memperingatkan bahwa prosesnya bisa memakan waktu lebih dari tiga hari kerja biasa selama lonjakan perjalanan saat Idul Fitri. Penting untuk diketahui, imigrasi Thailand akan menilai kelayakan berdasarkan paspor, bukan status residensi di UAE. Warga UAE yang memegang paspor Pakistan atau Nigeria, misalnya, tetap harus mendapatkan visa yang sesuai sebelum keberangkatan atau, jika memenuhi syarat, surat persetujuan visa saat kedatangan, yang jumlah negaranya juga dipangkas dari 31 menjadi empat. Manajer mobilitas perusahaan dengan staf yang bertugas secara bergilir di Bangkok, Phuket, dan Koridor Ekonomi Timur disarankan untuk memeriksa ulang jadwal perjalanan yang ada. Setiap masa tinggal yang melebihi 30 hari berturut-turut harus diikuti dengan “visa run” di tengah perjalanan atau beralih ke Visa Wisata Khusus (STV) selama 90 hari. Denda atas pelanggaran masa tinggal adalah THB 500 (sekitar AED 50) per hari, maksimal THB 20.000, dan dapat mengancam izin masuk di masa depan, sehingga pesan kepatuhan sangat mendesak.
Sumber: Curly Tales