
Panduan kebijakan komprehensif yang dirilis pada 15 Mei 2026 menjelaskan aturan terbaru yang mengatur visa kunjungan multiple-entry Dubai—pilihan yang semakin populer bagi konsultan, tim penjualan regional, dan keluarga yang sering bolak-balik ke Emirates. Artikel yang diterbitkan oleh DubaiVisitsVisa ini menguraikan empat durasi visa yang tersedia saat ini (30, 60, 90 hari, dan lima tahun) serta biaya resmi pemerintah untuk dewasa dan anak-anak. Biaya dasar untuk dewasa mulai dari AED 800 untuk izin 30 hari, naik menjadi lebih dari AED 1.500 untuk versi 90 hari, dan sekitar AED 14.700 untuk visa “Grand Tours” lima tahun.
Perubahan operasional utama: pemohon harus melakukan masuk pertama dalam waktu 58 hari sejak visa diterbitkan, jika tidak visa otomatis kedaluwarsa tanpa pengembalian dana. Hal penting lainnya adalah penghapusan resmi masa tenggang overstay 10 hari, sehingga pemegang multiple-entry kini dikenakan denda AED 50 per hari sesuai kebijakan ICP yang diumumkan pekan ini. Panduan ini juga mencatat bahwa pengajuan fisik di kedutaan telah dihentikan sejak April 2026; pelancong kini harus mengajukan secara online melalui portal layanan pintar ICP federal atau gateway GDRFA khusus Dubai.
Untuk kewarganegaraan yang mendapat pengawasan tambahan—biasanya paspor Asia Selatan dan Afrika—masih berlaku deposit jaminan sebesar AED 992 yang dapat dikembalikan. Wanita di bawah 22 tahun dan pelajar yang bepergian sendiri tetap menghadapi pemeriksaan dokumen yang lebih ketat.
Dampak pada perjalanan bisnis cukup signifikan. Perusahaan yang menjadwalkan rotasi proyek bergulir kini dapat memilih durasi visa yang sesuai dengan siklus tugas, tanpa harus mengeluarkan biaya berulang untuk izin single-entry. Namun, koordinator perjalanan harus memantau tiga “waktu” berbeda: jendela aktivasi 58 hari, batas tinggal per kunjungan, dan masa berlaku visa secara keseluruhan. Kesalahan dalam memahami salah satu dari ketiganya akan langsung berakibat denda.
Opsi visa lima tahun yang bisa disponsori sendiri, meski mahal, menghilangkan kebutuhan jaminan lokal dan semakin diminati oleh pelaku bisnis regional dan investor.
Terakhir, sistem smart-gate DXB yang sudah beroperasi penuh—disebutkan dalam briefing yang sama—memungkinkan pelancong multiple-entry yang terdaftar biometrik melewati imigrasi dalam waktu kurang dari sepuluh detik, sangat membantu saat lonjakan penumpang musim panas yang rutin melebihi 120.000 per hari. Bagi manajer mobilitas, ini menjadi alasan kuat untuk menggabungkan perjalanan dalam satu izin multiple-entry dan memanfaatkan infrastruktur kontrol perbatasan berteknologi tinggi di UAE.
Perubahan operasional utama: pemohon harus melakukan masuk pertama dalam waktu 58 hari sejak visa diterbitkan, jika tidak visa otomatis kedaluwarsa tanpa pengembalian dana. Hal penting lainnya adalah penghapusan resmi masa tenggang overstay 10 hari, sehingga pemegang multiple-entry kini dikenakan denda AED 50 per hari sesuai kebijakan ICP yang diumumkan pekan ini. Panduan ini juga mencatat bahwa pengajuan fisik di kedutaan telah dihentikan sejak April 2026; pelancong kini harus mengajukan secara online melalui portal layanan pintar ICP federal atau gateway GDRFA khusus Dubai.
Untuk kewarganegaraan yang mendapat pengawasan tambahan—biasanya paspor Asia Selatan dan Afrika—masih berlaku deposit jaminan sebesar AED 992 yang dapat dikembalikan. Wanita di bawah 22 tahun dan pelajar yang bepergian sendiri tetap menghadapi pemeriksaan dokumen yang lebih ketat.
Dampak pada perjalanan bisnis cukup signifikan. Perusahaan yang menjadwalkan rotasi proyek bergulir kini dapat memilih durasi visa yang sesuai dengan siklus tugas, tanpa harus mengeluarkan biaya berulang untuk izin single-entry. Namun, koordinator perjalanan harus memantau tiga “waktu” berbeda: jendela aktivasi 58 hari, batas tinggal per kunjungan, dan masa berlaku visa secara keseluruhan. Kesalahan dalam memahami salah satu dari ketiganya akan langsung berakibat denda.
Opsi visa lima tahun yang bisa disponsori sendiri, meski mahal, menghilangkan kebutuhan jaminan lokal dan semakin diminati oleh pelaku bisnis regional dan investor.
Terakhir, sistem smart-gate DXB yang sudah beroperasi penuh—disebutkan dalam briefing yang sama—memungkinkan pelancong multiple-entry yang terdaftar biometrik melewati imigrasi dalam waktu kurang dari sepuluh detik, sangat membantu saat lonjakan penumpang musim panas yang rutin melebihi 120.000 per hari. Bagi manajer mobilitas, ini menjadi alasan kuat untuk menggabungkan perjalanan dalam satu izin multiple-entry dan memanfaatkan infrastruktur kontrol perbatasan berteknologi tinggi di UAE.
Sumber: DubaiVisitsVisa
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
UAE Tegaskan Denda Langsung AED 50 per Hari, Masa Tenggang 10 Hari untuk Overstay Visa Dihapus
UAE Perbarui Panduan Visa Digital Nomad (Kerja Virtual); Aturan Rekening Bank Enam Bulan Mulai Berlaku