
Layanan Imigrasi Finlandia (Migri) telah merilis bab nasional dari laporan tahunan Jaringan Migrasi Eropa 2025, yang menggambarkan gambaran kompleks tentang lanskap migrasi di Finlandia. Intinya: imigrasi ke Finlandia secara keseluruhan menurun tahun lalu karena ekonomi domestik yang lemah dan pengetatan Undang-Undang Orang Asing yang menurunkan permintaan izin kerja dan studi bagi tenaga asing. Izin tinggal berbasis kerja untuk pertama kalinya turun 24% menjadi 8.384, dengan penurunan paling tajam terjadi di sektor kesehatan dan konstruksi. Izin pelajar juga menurun, dan jumlah permohonan suaka pertama kali tetap di bawah 3.000. Namun data Migri menunjukkan penurunan ini mungkin sudah mencapai titik terendah. Antara Januari dan April 2026, permohonan izin tinggal berbasis kerja dan pendaftaran warga UE naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Proyek industri besar—terutama di produksi baterai dan energi angin lepas pantai—mendorong permintaan baru untuk teknisi internasional, insinyur, dan manajer proyek. Pengusaha di sektor tersebut melaporkan waktu proses izin jalur cepat pemerintah hanya enam hingga delapan minggu, lebih baik dibandingkan rata-rata 10 minggu pada musim gugur lalu. Permohonan reunifikasi keluarga justru berbalik dari tren penurunan tahun lalu: izin pertama kali yang diterbitkan atas dasar keluarga naik 10% pada 2025, terutama didorong oleh warga Filipina, Sri Lanka, dan India yang bergabung dengan kerabat yang sudah bekerja atau belajar di Finlandia. Sebaliknya, migrasi kemanusiaan tetap rendah. Migri memproses 2.549 klaim suaka pada 2025—jauh di bawah puncak 32.000 pada 2015—dan mengatakan empat bulan pertama 2026 tidak menunjukkan perubahan signifikan. Statistik yang paling mencolok adalah rekor 14.703 orang yang memperoleh kewarganegaraan Finlandia pada 2025. Pejabat mengaitkan lonjakan ini dengan upaya besar-besaran untuk membersihkan tumpukan permohonan sebelum aturan kewarganegaraan yang lebih ketat mulai berlaku pada Desember 2025. Sejak kriteria baru diberlakukan—termasuk persyaratan bahasa yang lebih tinggi dan masa tinggal yang lebih lama—permohonan kewarganegaraan sudah turun sepertiga. Bagi manajer mobilitas global, pesannya campur aduk. Finlandia tetap terbuka untuk talenta, dan waktu proses izin utama semakin membaik, tetapi perusahaan harus bersiap menghadapi pemeriksaan kepatuhan yang lebih ketat, ekspektasi bahasa yang lebih tinggi, dan jalur yang lebih kompleks menuju izin tinggal permanen atau kewarganegaraan bagi pekerja jangka panjang. Migri akan membahas temuan ini dalam webinar publik pada 29 Mei, memberikan panduan praktis bagi pengusaha dan penyedia layanan relokasi.