1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Brasil
  4. /
  5. Pengadilan Brasil Izinkan Pengungsi Mesir Masuk Setelah 51 Hari Terjebak di Bandara

Pengadilan Brasil Izinkan Pengungsi Mesir Masuk Setelah 51 Hari Terjebak di Bandara

Mei 31, 2026
·
Pengadilan Brasil Izinkan Pengungsi Mesir Masuk Setelah 51 Hari Terjebak di Bandara
Setelah menghabiskan 51 hari di zona terbatas Bandara Internasional São Paulo/Guarulhos, insinyur asal Mesir, Abdallah Saad Ali Montaser, akhirnya melewati pintu kedatangan pada dini hari 30 Mei. Putusan Pengadilan Federal ke-6 Guarulhos menyatakan bahwa Kepolisian Federal gagal menghadirkan bukti konkret yang mengaitkan Montaser dengan ancaman keamanan dan memerintahkan penerimaannya segera ke wilayah Brasil. Istri Montaser yang sedang hamil dan dua anak kecil mereka sudah diizinkan masuk beberapa minggu sebelumnya, sehingga keluarga ini terpisah di dalam bandara selama lebih dari sebulan.

Kisah ini bermula pada 8 April, saat keluarga tersebut tiba dari Doha mencari perlindungan dari konflik yang semakin memanas di Timur Tengah. Dengan mengacu pada intelijen rahasia, petugas bandara menolak masuk Montaser berdasarkan Portaria 770/2022—sebuah kebijakan darurat yang memungkinkan otoritas melarang pelancong yang dianggap berisiko terhadap “ketertiban umum atau keamanan nasional.” Kelompok hak asasi manusia menilai portaria ini diterapkan jauh melampaui tujuan awalnya sebagai langkah anti-pandemi, sehingga ruang kedatangan berubah menjadi semacam pusat penahanan sementara.

Pengadilan Brasil Izinkan Pengungsi Mesir Masuk Setelah 51 Hari Terjebak di Bandara


Dalam putusan sepanjang 27 halaman, Hakim Diego Paes Moreira menyatakan bahwa penahanan berkepanjangan tanpa proses hukum yang layak melanggar Undang-Undang Migrasi Brasil dan jaminan konstitusional tentang kesatuan keluarga. Putusan tersebut juga mengkritik ketiadaan mekanisme banding formal bagi orang yang ditahan berdasarkan portaria dan mendesak Kementerian Kehakiman serta Kementerian Luar Negeri untuk meninjau prosedur bandara saat ini.

Bagi pengelola mobilitas, kasus ini menjadi pengingat tegas bahwa pengecualian kemanusiaan bisa berbenturan dengan pemeriksaan keamanan yang dilakukan secara ad-hoc. Perusahaan yang memindahkan staf ke Brasil harus memastikan pelancong membawa dokumen lengkap dan, bila perlu, mengajukan pra-persetujuan dari Kepolisian Federal. Para pengamat hukum memperkirakan putusan ini akan mempercepat tekanan pada pemerintah Brasil untuk menetapkan jadwal jelas dalam proses pemeriksaan imigrasi di pintu masuk dan memperluas akses terhadap bantuan habeas corpus bagi warga asing yang ditahan.

Secara praktis, pembebasan Montaser mengurangi potensi kerusakan reputasi menjelang musim liburan musim dingin dan menandakan bahwa pengadilan Brasil akan turun tangan ketika kebijakan administratif menjadi berlebihan. Perusahaan multinasional dengan jalur talenta dari Timur Tengah kini dapat menggunakan putusan ini sebagai preseden yang meyakinkan saat menghadapi penolakan masuk.
Sumber: UOL / Metrópoles

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Brasil.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×