
Data terbaru tentang pariwisata dan perjalanan yang dirilis pada 16 Juni 2026 oleh Kantor Statistik Pusat Irlandia (CSO) menunjukkan lonjakan mobilitas keluar negeri yang terus berlanjut. Warga Irlandia melakukan 3,1 juta perjalanan menginap ke luar negeri antara Januari dan Maret—naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi kinerja kuartal pertama terkuat sepanjang sejarah. Total malam yang dihabiskan di luar negeri meningkat menjadi 13,9 juta malam. Perjalanan liburan mendominasi (59% dari total malam), namun perjalanan bisnis juga naik menjadi 7%, menandakan kebangkitan mobilitas korporat. Rata-rata lama tinggal di luar negeri sedikit menurun menjadi 4,5 malam, menunjukkan perjalanan yang lebih sering namun lebih singkat, pola yang sesuai dengan kerja hybrid dan kombinasi perjalanan bisnis-liburan.
Perjalanan domestik juga tetap kuat: warga Irlandia mencatat 6 juta malam menginap domestik pada kuartal pertama, naik 9% dibandingkan 2025. Kunjungan ke teman dan keluarga menyumbang 39% dari malam domestik, dengan liburan di posisi hampir sama sebesar 38%. Bagi tim mobilitas global, angka ini menandakan ketersediaan kursi pesawat yang semakin ketat di periode puncak dan persaingan yang meningkat untuk inventaris hotel—terutama di rute kota-kota Eropa yang populer untuk pertemuan klien dan perjalanan internal. Maskapai penerbangan akan menyambut permintaan yang berkelanjutan ini saat merencanakan jadwal musim dingin, sementara manajer perjalanan mungkin perlu meninjau kembali kesepakatan berbasis volume atau mendorong karyawan untuk memesan lebih awal.
Data ini juga menjadi bahan perdebatan infrastruktur: kuartal pertama yang kuat semakin memperkuat tuntutan untuk segera menghapus batas penumpang di Bandara Dublin dan mempercepat proyek perluasan di Cork dan Shannon.
Perjalanan domestik juga tetap kuat: warga Irlandia mencatat 6 juta malam menginap domestik pada kuartal pertama, naik 9% dibandingkan 2025. Kunjungan ke teman dan keluarga menyumbang 39% dari malam domestik, dengan liburan di posisi hampir sama sebesar 38%. Bagi tim mobilitas global, angka ini menandakan ketersediaan kursi pesawat yang semakin ketat di periode puncak dan persaingan yang meningkat untuk inventaris hotel—terutama di rute kota-kota Eropa yang populer untuk pertemuan klien dan perjalanan internal. Maskapai penerbangan akan menyambut permintaan yang berkelanjutan ini saat merencanakan jadwal musim dingin, sementara manajer perjalanan mungkin perlu meninjau kembali kesepakatan berbasis volume atau mendorong karyawan untuk memesan lebih awal.
Data ini juga menjadi bahan perdebatan infrastruktur: kuartal pertama yang kuat semakin memperkuat tuntutan untuk segera menghapus batas penumpang di Bandara Dublin dan mempercepat proyek perluasan di Cork dan Shannon.
Sumber: Westmeath Independent