
China diam-diam memperpanjang dan memperluas skema bebas visa unilateral selama 30 hari bagi pemegang paspor biasa Rusia. Menurut laporan berbahasa Inggris dari kantor berita bisnis AK&M yang berbasis di Moskow pada 24 Juni 2026, pembebasan visa yang semula dijadwalkan berakhir pada September kini diperpanjang hingga setidaknya 14 September 2026. Wisatawan Rusia dapat memasuki China untuk keperluan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga, pertukaran budaya, atau transit dan tinggal hingga 30 hari berturut-turut tanpa perlu mengurus visa M atau L sebelumnya. Bagi pengusaha dan manajer mobilitas, ini menjaga jalur cepat yang berharga di tengah pertumbuhan perdagangan Sino-Rusia yang mencapai dua digit dan pemulihan hampir penuh jalur penerbangan antara kedua negara ke level sebelum pandemi. Perpanjangan ini memungkinkan kunjungan tugas jangka pendek—seperti uji terima pabrik, peluncuran proyek, atau roadshow penjualan—dapat terus diatur dengan pemberitahuan singkat tanpa harus melewati proses visa China yang masih banyak menggunakan dokumen kertas atau janji sidik jari di kantor konsuler. Langkah ini juga menunjukkan strategi Beijing yang lebih luas dalam menggunakan diplomasi visa untuk memperdalam hubungan komersial dan politik. Sejak akhir 2025, China telah meluncurkan atau memperpanjang bebas visa 30 hari untuk lebih dari 50 negara, termasuk Kanada, Inggris, serta beberapa negara Teluk dan Amerika Latin, sebagai bagian dari upaya mengembalikan jumlah wisatawan masuk ke level 2019 pada akhir 2026. Pejabat dari Administrasi Imigrasi Nasional (NIA) menyatakan pembebasan visa ini akan ditinjau kembali pada kuartal ketiga 2026 dengan kemungkinan beberapa akan dijadikan permanen. Tips praktis: Wisatawan harus membawa bukti tiket perjalanan lanjutan atau pulang dalam 30 hari serta menunjukkan konfirmasi hotel atau surat undangan saat tiba. Jika ingin tinggal lebih lama, harus mengajukan izin tinggal di kantor Kepolisian Keamanan Publik setempat sebelum masa 30 hari habis. Keterlambatan keluar akan dikenai denda harian sebesar RMB 500 dan kemungkinan larangan masuk kembali. Ke depan, perusahaan multinasional yang beroperasi di Rusia disarankan memantau apakah Moskow akan membalas dengan memperluas akses bebas visa sementara bagi warga China—yang saat ini dibatasi 30 hari dan akan berakhir pada Desember 2026.
Sumber: AK&M Newswire