
Kementerian Perhubungan Udara secara resmi meluncurkan kembali portal Air Suvidha—dengan nama baru “Air Suvidha 2.0”—setelah sistem sebelumnya dihentikan pada Maret 2024. Platform yang diperbarui ini mulai berlaku pada 2 Juli dan mewajibkan semua penumpang internasional untuk mengisi formulir riwayat perjalanan dan gejala selama 21 hari terakhir sebagai upaya skrining penyakit virus Ebola. Formulir digital ini dapat diisi paling cepat 24 jam sebelum keberangkatan dan harus ditunjukkan—baik dalam bentuk cetak maupun di perangkat seluler—pada loket imigrasi. Data akan otomatis diteruskan ke petugas kesehatan pelabuhan dan Biro Imigrasi, memungkinkan penilaian risiko secara real-time dan proses clearance ‘jalur hijau’ yang lebih cepat bagi penumpang berisiko rendah. Berbeda dengan versi sebelumnya, Air Suvidha 2.0 menggunakan sistem single-sign-on DigiLocker dan menyediakan konektivitas API untuk maskapai, sehingga penumpang beberapa maskapai (termasuk IndiGo dan Air India) akan secara otomatis mendapatkan tanda centang kesehatan pada boarding pass setelah formulir terverifikasi. Program mobilitas harus segera memperbarui daftar periksa pra-keberangkatan: kegagalan mengunggah formulir ini sudah menyebabkan laporan penolakan naik pesawat di Singapura, Doha, dan Frankfurt. Keluarga ekspatriat yang kembali untuk liburan musim panas diingatkan bahwa setiap penumpang, termasuk anak-anak, harus mengisi formulir secara terpisah. Pejabat menegaskan bahwa langkah ini bersifat “pencegahan” dan akan dievaluasi setiap bulan, namun para pengamat industri memperkirakan ini bisa menjadi lapisan permanen dalam alat digital perbatasan India, yang siap diaktifkan kembali untuk ancaman kesehatan di masa depan.
Sumber: Indian Aviation News