
Thai Airways International mengeluarkan pengumuman pada 11 Juli yang membatalkan enam penerbangan antara Bangkok, Shanghai, dan Taipei pada tanggal 11-12 Juli. Maskapai ini menawarkan pengembalian dana penuh atau perubahan tanggal dalam waktu tujuh hari, namun tidak menghapus selisih tarif untuk keberangkatan setelah 19 Juli. Penumpang diimbau untuk mengonfirmasi kembali jadwal penerbangan 24 jam sebelum keberangkatan. Maskapai juga berkoordinasi dengan imigrasi Shanghai Pudong untuk memprioritaskan proses clearance bagi penumpang yang transit dengan mitra kode TG. Perusahaan dengan kru rotasi antara lokasi manufaktur di Thailand dan China disarankan memastikan pemegang izin kerja membawa bukti perubahan jadwal penerbangan agar terhindar dari pertanyaan di loket masuk kembali Thailand, karena beberapa pemegang visa kategori L single-entry mungkin secara tidak sengaja melewati masa berlaku visa. Thai Airways menyatakan sedang meninjau penggunaan pesawat berbadan lebar A350 untuk penerbangan yang dilanjutkan guna mengatasi penumpukan penumpang. Perusahaan yang mengirim komponen sensitif waktu melalui TG Cargo diharapkan menghadapi keterbatasan kapasitas jangka pendek dan mempertimbangkan rute alternatif melalui Guangzhou atau Shenzhen.
Sumber: The Nation (Thailand)