
Rilis transparansi mingguan dari Home Office, yang diperbarui pada 15 Juli, mencatat 63 migran gelap yang tiba dengan satu perahu selama pekan yang berakhir 5 Juli, sementara otoritas Prancis mencegah 25 orang dalam tiga insiden terpisah. Angka-angka ini hanya gambaran singkat, namun memberikan konteks waktu nyata saat pemerintah membela kesepakatan pengembalian ‘satu masuk-satu keluar’ dengan Prancis. Meskipun jumlahnya kecil dibandingkan dengan rekor penyeberangan tahun 2024, data ini menegaskan bahwa migrasi laut tetap menjadi tantangan operasional bagi Border Force di puncak musim liburan. Pengalihan sumber daya ke patroli Selat Inggris dapat membuat beberapa pelabuhan dan bandara di Inggris kekurangan staf, sehingga meningkatkan kemungkinan antrean di kontrol imigrasi. Bagi perusahaan yang memindahkan staf dengan jadwal ketat, pembaruan ini menjadi pengingat bahwa pendaratan perahu kecil yang tak terduga bisa memicu penugasan ulang petugas secara cepat dari pusat-pusat utama seperti Gatwick atau Heathrow. Manajer perjalanan disarankan terus memantau data tingkat layanan terkait ketersediaan e-Gate dan menyediakan waktu ekstra untuk kedatangan pada hari Jumat dan akhir pekan. Rilis ini juga menunjukkan Home Office mengandalkan transparansi data untuk membenarkan kesepakatan pengembalian yang kontroversial, sebuah tema yang diperkirakan akan mewarnai debat parlemen setelah masa reses musim panas.
Sumber: Home Office (GOV.UK)