
Pusat Peringatan Abu Vulkanik Darwin Australia (VAAC) mengeluarkan beberapa peringatan pada 21 Juli setelah Gunung Semeru di Indonesia dan beberapa gunung berapi lain mengeluarkan abu hingga ketinggian Flight Level 150 (sekitar 15.000 kaki). Buletin pukul 17:10 UTC memperingatkan abu yang bergerak ke arah timur dengan kecepatan 15 knot, sehingga pengelola rute mempertimbangkan perubahan jalur taktis di koridor populer Australia–Singapura dan Australia–Jakarta yang melintasi Jawa. Meskipun jalur penerbangan komersial Australia belum ditutup, maskapai seperti Qantas, Jetstar, dan Virgin memantau data VAAC Darwin secara real-time dan memiliki wewenang untuk mengubah rute atau menunda penerbangan jika abu mengancam ruang udara kritis mesin pesawat. Peringatan ini muncul di awal musim liburan sekolah di Australia, saat ribuan wisatawan menuju Bali dan sekitarnya; penyebaran abu lebih lanjut bisa menyebabkan penutupan bandara seperti gangguan besar yang terjadi pada 2022. Tim mobilitas global disarankan untuk memperbarui data kontak para pelancong dan memastikan jadwal perjalanan memiliki hari cadangan untuk kembali bekerja. Karyawan yang transit melalui hub Indonesia sebaiknya mendaftar untuk menerima SMS peringatan maskapai dan mempertimbangkan asuransi perjalanan yang mencakup gangguan akibat bencana alam. Organisasi dengan kargo penting di bagasi pesawat juga perlu menyiapkan rute alternatif melalui Kuala Lumpur atau Bangkok jika kru penerbangan harus mengambil jalur memutar di pantai timur.